sudah tiga hari ia resah,
laki laki paling tegar yang pernah aku tau. ibunya hanya bernafas lemah.. tak mau bangun lagi
aku menatapnya
ia tak peduli..ia hanya sedang memakaikan ibunya baju terbaik yang aku tak tau mengapa itu perlu
lalu semua tersedu sedu..meraung raung menangis nangis
seakan orang tua itu...seakan ibunya
belum pantas pergi..belum terlalu lelah hidup didunia omong kosong ini
tapi ia tidak..ia hanya terdiam..
mengelus kepala ibunya, ibu yang mengikat perut untuk membantunya pergi kekota
ibu yang duduk menunggunya pulang setiap lebaran tiba dibawah pohon jambu tua
ia hanya terlalu tenang...aku sampai kebingungan mengapa
mengambil al quran tua diatas lemari yang aku tau bahkan lebih tua darinya
ia mulai melantunkan ayat ayat itu
aku sering mendengarnya. tapi tidak seperti saat itu
ia tidak perduli apa apa...aku tau saat itu ia ..hatinya hancur berantakan..nafasnya terputus putus
menatap ayat ayat itu dalam seakan itu adalah diari kesedihan
dan ia adalah laki laki yang kesakitan
lalu ketika kamar itu mulai dingin.. aku tercekat
waktunya habis batinku
sekejap kemudian terjadi hiruk pikuk yang janggal...kulirik ia mencium kening ibunya lalu pergi keluar
begitu saja?
aku mecarinya diluar dan menemukan ia.. atau kurasa raganya.. terduduk dibawah pohon jambu tua
aku pun kesakitan karenanya
lalu ia memanggilku..mananyakan ayat ayat untuk mengantarkan ibunya berpulang
yang aku tau ia harus jadi imam.. dan aku juga tau abangnya yang sudah mulai renta juga mengerti
seketika hatinya kurasakan kembali menguat
aku akhirnya mengerti mengapa ayat ayat yang ia kirimkan ke ayahnya membuatnya sedih sedemikian rupa
laki laki itu menyesal
ia sungguh menyesal tak melihat pembaringan ayahnya..ia sungguh menyesal tak membopong ayahnya kedalam tanah dengan tangannya
untuk itu
ia harus jadi imam
lalu pada akhirnya
aku melihat tangannya yang kekar membopong ibunya kepembaringan terakhir
masih tanpa air mata
dan pada saat jasad tertimbun tanah dan nisan telah tertancap semua doa doa dipanjatkan
semua pergi
sedang ia berlutut
dia menangis
laki laki paling tegar yang aku tau
menangis..
MHM 27-07-2014
Jumat, 18 September 2015
Selasa, 08 September 2015
boleh saja
Boleh saja
pergi
Boleh saja
Hanya jangan
perlahan ingin kembali
Boleh saja
hujam aku dengan belati
Sekali saja
Sekali
karena itu sakit sekali
Boleh saja
mengunjungiku lagi
Pelataranku
masih sama
Hanya isinya
sedang ku perbaiki
Kalau kau
meminta minum padaku sayang
Minuman yang
dulu kita senangi
Aku tak
punya lagi
Aku pernah
meminumnya habis
Sampai
nyaris mati hanya untuk mengingatmu
Bertemu
sekali lagi hanya sekali
Anggap aku
membual padamu tentang rasa sakit
Bahwa belati
itu tak terlalu tajam
Kalau kau tidak menghujamkannya terlalu dalam
Atau anggaplah
aku hanya terlalu rapuh
Si lemah Si bodoh yang terlalu melebih lebihkan
Aku hanya
bermimpi bahwa kau adalah permulaanku
Rumah nyaman
yang harus ditinggal sebentar
Hingga
ketika aku telah terbang tinggi
Tinggi sekali
Sampai aku
lelah dan ingin pulang
Aku akan
pulang kepadamu
Lalu aku
terbangun dan sadar tertidur terlalu lama
Kau hanya
singgah sebentar
Bersenang
senang
Tak pernah
ingin membuat rumah untuk aku pulang
abi_
MHM 09-09-2015
Sabtu, 05 September 2015
Ia..
terduduk disana
tersenyum senyum pada daun daun yg dilambaikan angin
sudahlah raganya mengerti segala hiruk pikuk dunia
ia yang duduk disana sayang
hanya laki laki yang ingin pulang
ia yang duduk disana
yang tergelitik candaan tuhan
hanya menyimpulkan senyum
tak sampai tertawa terbahak bahak
ia yang duduk disana
yang merong rong sebuah capaian
hanya ingin meluruskan kaki
sekejap saja
ia laki laki itu
ditikam tikam rindu tapi hanya meringis
ia laki laki itu
hanya menertawai keadaan
hanya bersenda gurau dengan kesendirian
abi_
MHM 05-09-2015
Langganan:
Postingan (Atom)