Rabu, 20 November 2013

asal kau mengerti

bilamana aku mau akan kukejar
bilamana sudah inginku maka batu pun harus menunduk menyingkir dari jalanku
bilamana terbesit dibenakku itu mimpiku jangan salahkan angin karena terpaksa memutar arah untuk mendorongku

suatu masa aku lelah
takkan kuhujat angin sepoi sepoi itu
ia terlalu lugu
aku yang terlalu berharap disuap selalu

jikalau saja aku terbuai
itu bukan karena dunia menggoda
aku yang terlena
tak cukup kokoh kakiku memijak bumi
tak cukup kuat ragaku terus berlari

bahwa mimpi belum tentu dapat digenggam
siapa kiranya orang bodoh yang percaya dengan kepastian?
katakan padanya itu milik tuhan

tentang harapan yang tak jelas punya hubungan apa dengan kenyataan
siapa pula yang melarang orang berharap harap?
biar saja sayang.. biar ia mengerti apa itu harapan
biar dia paham makna kenyataan

bilamana aku terjatuh
tak ada yang boleh berkata aku rapuh..
biar aku menyeret nyeret badanku

bilamana aku terhempas ditanah
tak usah kau iba ayah

jika harus aku mati bersimbah darah
biarlah ayah..
asal kau mengerti
anakmu ini bukan lelaki lemah

MHM-20-11-2013






Selasa, 12 November 2013

aku tak mengerti

Pagi itu..
diantara haru pilu mengenang ia yang menebus harga diri bangsa dengan nyawanya.. ia yang menelan sebongkah derita tanpa mengunyahnya.. ia yang menyeret nyeret badannya yang menolak untuk tetap berderap yang hanya ingin segera meratap..

aku tertawa..
jangan kira aku berfikir semua ini hanya sandiwara sayang, dunia ini terlalu nyata untuk disebut fana namun terlalu fana untuk dikatakan nyata.. aku juga tertawa bukan karena segala tipu itu lucu atau semua kebenaran itu mengenyangkan..

aku hanya tertawa sayang..
menertawakan bagaimana manusia sanggup saling menguliti.. bagaimana manusia sanggup terlalu lama membenci.. yang aku tak mengerti bukan kata yang menyayat nyayat hati.. bukan.. aku tak mengerti bagaimana dengki bisa memberi doktrin untuk saling menuang racun saat tertawa minum bersama.. saling menggali lubang saat hendak melewati jalan bersama..

aku tak mengerti..
bagaimana bisa kepalanya sebesar itu saat berkuasa?.. bagaimana bisa ia senaif itu sedang ia berada dibelakang dusta?.. bagaimana bisa ia serakus itu sedang semesta pun rela membagi isinya

yang aku tak mengerti sayang..
mengapa mereka suka saling melukai.. aku tak mengerti bagaimana moral lenyap dari kami.. ya aku bilang kami.. anak anak bangsa.. bagaimana bisa  ia menelan kepala gurunya yang ia sindir "sang penguasa"
mereka bilang ia pahlawan
ia sang pemberani
ia si ksatria
ia daud yang menumbangkan sang gholiath
tapi aku bilang ia hanya boneka yang kehilangan hati untuk merasa.. akal untuk berfikir.. dan juga akhlak untuk menghormati.. tapi aku takkan bilang ia yang kehilangan tuhan untuk menuntun karena aku tau tuhan takkan meninggalkan hambanya
ia hanya boneka yang dikendalikan "sang penguasa" sayangnya dunia terlalu penuhi orang orang yang ingin berkuasa,.. ingin punya kuasa..

yang aku tau..
dunia ini memang penuh dengan kepalsuan
penuh dengan persimpangan
penuh dengan kepentingan

yang aku tak mau sayang
aku tak mau mengikuti dua kubu yang saling menyikut
biar saja kita melihat pertunjukan ini sayang


pertunjukan dimana manusia saling menyebar citra, saling memupuk dengki

untukku,
yang tak mengerti

MHM-11-12-2013