Jumat, 28 Desember 2012

Ibu

Ibu
Jauh Dulu saat aku tak mampu
Tak mampu lakukan sesuatu
Jauh dalam
Ketika aku dalam kelam
Kau ajarkan aku kerasnya hidup
Rasakan aku tingginya mimpi
Ibu
Saat tubuhmu renta
Tak ada nada ronta
Saat ragamu lesu
Kau hanya membisu
Tak ada keluh kesah darimu
Ibu
Saatku rasakan manisnya perjuangan
Engkau hanya melambaikan tangan
Tak ada yang kau katakan
Hanya Bangga yang kau luapkan
Ibu Saat kau berbaring Nanti
Baru kurasakan Cintamu yang suci
Sayang mu yang tak pergi
Tinggalkan aku disini
Tuhan Saat Dia Menghadapmu
Aku Memelas Ampunan
Dan Kasihmu
Jika Ia Berlumur Dosa
Sucikan Ia Dengan Pahalanya
Jika Ia Bermandikan Salah
Mohon Hitung sebagai khilafnya
Tuhan Jika Aku Kaupisahkan Darinya
Hanya satu pintaku
Jaga ia
Jangan kau Siksa
Ibu
Aku Hanya Mampu Bersajak
Bukan berlisan Dengan lidahku
Seperti yg kulakukan dengan gadisku
Ibu
Aku Hanya Mampu menulis Bait
Tak Sanggup Cintamu Kujahit
Karena Terlalu Sakit
Ibu
Walau Aku Bisa Meraih bintang
Walau Dunia bisa kuPegang
Semua Itu Hanya Sampah
Tak Sebanding Dengan Darah
Dan Sumpah
Tuk Buatku Berdiri
Di kerasnya ombak hidup..

Rabu, 26 Desember 2012

Ayah

Bulan malam hanya membisu
Ceritakan aku letihnya ragamu
Beritahuku bahwa kau lesu
Mentari pagi menghantam
Ceritakan aku kulitmu yang legam
Beritahuku kau pernah rasakan kelam
Ayah
Nafasmu beri aku arti
Dorong aku tuk raih puncak tertinggi
Tatapmu dalam
Menusuk, telanjangi fikirku
Menopangku dalam kaku
Ayah
Jikaku terbuai nafsu
Terucap katamu
luruskan niatku
Jikaku Salah artikan hidup
Kau ajarkan aku jangan redup
Jika aku mulai lelah
Kau suruh aku jangan menyerah
Ayah
Nanti kala kakiku berpijak dibintang
Tak ada nada lantang
Hanya senyummu yang tak lekang
Sayangmu tak pernah hilang.