Ia meringis.."aku bahkan tak lagi sanggup menangis"
sedetik kemudian ia megeluh.."kenapa gagak itu terlalu riuh?"
Langit tersedu sedan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menumpahkan tangisannya malam ini..malam mencekam ini..
aku menghampirinya.. orang yang terlihat cukup tegar tapi hatinya mudah menggelepar..terlempar.. jauh diatas gunung yang kekar
malam ini ia telah pergi..
jauh
sangat jauh
ya jauh..
tapi bukankah kita harus menaikkan sauh?
kapal tetap harus berlabuh
tidak tanpanya..
aku tak mampu hidup tanpa arah darinya..
lalu bagaimana selama kau belum bertemu dirinya..
ah tutup mulutmu.. kau tak tau apa apa tentang duka yang dibawa gagak itu..
ya kau benar.. aku tak tau..
aku melangkah lalu berpindah duduk disebelah orang tua yang seharusnya paling terbenam duka.. aku menatapnya.. ia tersenyum..
batinku tersentak jenis senyum macam apa ini?
apa artinya senyum itu?
itu senyum kelabu.. kabut api duka yang menyulut..bulan memberi aku jawabnya
ketika aku hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan orang tua itu menatapku.. dalam.. walau matanya tak tajam..
pada akhirnya air akan selalu mengalir ke hilir kan ..
tapi apa duka itu tak terbenam dalam?
tentang itu sayang.. bahkan rembulan tak punya cukup air mata untuk duka ini..
aku terdiam tak mengerti.. tapi aku tau ia sudah punya cukup garam kehidupan untuk membuat asin seluruh lautan
Ia tersenyum lagi melihatku yang kebingungan lalu bersajak
aku merengkuh memaki gagak yang angkuh
aku mengeluh memelas pada takdir yang telah mengangkat sauh
tapi kau harus tau sayang
aku tak mau terkekang oleh duka yang mengembang
aku tak mau berpengangan pada perih yang mengambang
biar aku tenggelam
dalam belaian lembut kenangan yang dibawa malam
kau tau sayang..
perpisahan memang membawa duka.. menyayat luka.. menghantam derita..
tapi kau harus mengerti dunia memang hanya panggung sandiwara..
jadi apa aku harus tersenyum ketika mengahadapi perpisahan yang menusuk bak jarum?
ah tidak sayang..
tidak...bukan itu seninya..
Kau hanya tidak boleh meringis nangis
MHM-17-06-2013
Senin, 17 Juni 2013
Jumat, 14 Juni 2013
balas sajak
awan kelam dan petir menyambar nyambar didinginnya tetes hujan.. aku tak tau dimana rembulan jadi aku berbalas sajak dengan temanku
ah sandi mana yang tak terpecahkan.. rumus mana yang tak terkerjakan
hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja
hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja
lalu bagaimana memecahkan sandi hati agar dikau mengerti?
cukup kau pandangi ia, dan kau resapi setiap makna yang ia beri
apa ketika ia kau pandangi pintu hatinya akan terbuka sendiri? perlukah ia sebuah linggis?
Ternyata aku terlalu terjatuh kedalam eratan bayanganmu
dan aku terperosok dalam sebuah sosok? jalan berkelok? atau ayam tak akan lagi kudengar berkokok?
bacalah karyaku, maka kau akan tahu, betapa mengharapnya aku, untuk hatimu
pahamilah sajakku maka kau akan mengerti daku.. betapa hatiku telah.. telah lenyap dalam seberkas sinar matamu
mungkin kau takkan mengerti, tapi kan ku tarik jiwamu untuk memahami, isi hati yang selalu tertulis namamu
dan kucoba mengukir diatas prasasti yang kikir atau akan kutulis dipasir walau ombak akan dengan tanpa enggan melalapnya
tiada waktu yang bahagia, kecuali engkau dengan rela menanyakkan keadaanku, seolah kau memperhatikan jejakku
waktu.. seperti ombak yang hanya menyapu.. berlalu? seiring langkah kau selalu bertanya arah tapi daku? aku Lelah
ku coba berkaca pada jejak yang ada, ternyata ku sudah tertinggal dalam cintanya, bahkan jauh tertinggal
dan aku cukup jauh untuk menarik sauh..atau tak tergetar tuk lari mengejar karena sayang.cintamu telah cukup terbenam..dalam
embun pagi membasahi jiwaku yang sedang kehampaan, kini hanya suatu ungkapan rasa kecintaan, untuk mengejarmu yang tak terdengar
kenapa suara suara cinta itu tak menerpa? apa karena hati adalah ruang hampa? atau kalbu memang masih meragu?
sesaat rembulan itu merayu, jangan burung burung berbisik, jantungkupun berhenti berdetak untuk beberapa letak
lalu mentari mengusik.. panasnya sungguh terik lantas ketika ia melirik apa harus duhai hati engkau mendelik?
musiknya bermain dengan indah, seperti wajahmu yang indah, dan elok tak terbayang
nadanya terdengar syahdu.. seperti senyummu yang kuasai batinku..lumpuhkan ragaku
hanyut di alam lepas, dan gembira di saat wakttu mulai terbiasa
lalu terhempas dalam palung tak berbatas.. dan terluka disaat waktu mulai berkata
tatap matamu, menghancurkan khusyukku, dan memainkan batinku
gerak gemulai ragamu.. menelanjangi wibawaku.. mencairkan dinginku
menghasut gelora cinta yang tak ada tujuannya
yang tak terukur dalamnya.. dan mengapa oh rembulan hatinya tak kunjung kudapatkan?
karena begitu sulit ia di raih, dan begitu rumit tuk di cintai
karena begitu sulit ia di raih, dan begitu rumit tuk di cintai
ah sandi mana yang tak terpecahkan.. rumus mana yang tak terkerjakan
hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja
hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja
lalu bagaimana memecahkan sandi hati agar dikau mengerti?
cukup kau pandangi ia, dan kau resapi setiap makna yang ia beri
apa ketika ia kau pandangi pintu hatinya akan terbuka sendiri? perlukah ia sebuah linggis?
angin terlalu menunjukkan egonya malam ini maka aku masuk kedalam peluk hangat rumah
MHM-ABP 14-06-2013
Angin
Dan senandung merpati dipagi dingin membawa segenggam sinar mentari yang masih mengintip disela tumpukan awan. aku mencoba bangun dan menikmati sedikit kesejukan yang akan segera ditelan habis oleh sang mentari.. setelah cukup menikmati sejuknya embun pagi aku belum siap memulai hari maka aku putuskan untuk sedikit merenung.. sebuah permasalahan.. ya aku butuh itu.. tapi suasana hatiku sedang riang maka aku mulai memikirkan seorang yang membuatku mengalahkan riangnya kelopak bunga yang mekar dipagi itu..kau mau tau ia seperti apa teman?
burung berkicau menghamburkan lamunan tentang risau.. ayam berkokok kurasa coba beritahuku itu akan berkelok.. sedikit rintik hujan akan artikan bahwa ia mungkin bisa kau dapatkan.. tapi mentari bersinar terlalu terang dan bisa kupastikan ia coba mengatakan apa kau mau melawan janji yang telah tertanam dalam?
Aku memulai cerita baru dipagi itu.. datang karena ingin menelan ilmu.. tapi apa daya aku punya sedikit cerita.. cerita cinta? kurasa bukan hanya cerita tentang rasa. maka aku menelusuri setiap detik dipagi itu tanpa resah gundah sebelum tatapan itu merangsek masuk cukup dalam kekalbu.. apa aku mencintainya? ah kurasa tidak ada rasa yang lain..
hari itu kurasa mentari cukup bahagia.. aku hanya duduk.. bersama teman dengan sebongkah cinta tanpa rekayasa.. tapi ia datang lagi kali ini membawa senyum yang buat kakiku hampir tak sanggup lagi berdiri.. apa aku mencintainya? ah kurasa bukan..
detik yang enggan pergi walau kuusir sekuat hati akhirnya beerlalu maka malam ini hati seperti tak disini lagi.. mungkinkan angin yang hembuskan ia pergi.. atau bulan yang mengambil tanpa permisi.. atau mungkinkah ia yang merenggut dan tak akan kembali..apa dia seorang pencuri?ah kurasa tidak aku akan menemukan hatiku esok hari
dan aku tenang ternyata aku benar malam itu angin menerbangkan hatiku pergi bersama sebongkah harapan tak pasti? ah itu pasti.. tak sampai?.. aku hanya tak boleh lalai
apa lagi yang dibawa angin pergi malam itu?
kenangan.. bukan.. kurasa sedikit memori masa lampau yang agak sedikit kacau
jadi apa angin juga bawa rasa itu pergi?
mungkin..ah dia kembali menusukku dengan tatapannya pagi itu..
MHM-14-06-2013
burung berkicau menghamburkan lamunan tentang risau.. ayam berkokok kurasa coba beritahuku itu akan berkelok.. sedikit rintik hujan akan artikan bahwa ia mungkin bisa kau dapatkan.. tapi mentari bersinar terlalu terang dan bisa kupastikan ia coba mengatakan apa kau mau melawan janji yang telah tertanam dalam?
Aku memulai cerita baru dipagi itu.. datang karena ingin menelan ilmu.. tapi apa daya aku punya sedikit cerita.. cerita cinta? kurasa bukan hanya cerita tentang rasa. maka aku menelusuri setiap detik dipagi itu tanpa resah gundah sebelum tatapan itu merangsek masuk cukup dalam kekalbu.. apa aku mencintainya? ah kurasa tidak ada rasa yang lain..
hari itu kurasa mentari cukup bahagia.. aku hanya duduk.. bersama teman dengan sebongkah cinta tanpa rekayasa.. tapi ia datang lagi kali ini membawa senyum yang buat kakiku hampir tak sanggup lagi berdiri.. apa aku mencintainya? ah kurasa bukan..
detik yang enggan pergi walau kuusir sekuat hati akhirnya beerlalu maka malam ini hati seperti tak disini lagi.. mungkinkan angin yang hembuskan ia pergi.. atau bulan yang mengambil tanpa permisi.. atau mungkinkah ia yang merenggut dan tak akan kembali..apa dia seorang pencuri?ah kurasa tidak aku akan menemukan hatiku esok hari
dan aku tenang ternyata aku benar malam itu angin menerbangkan hatiku pergi bersama sebongkah harapan tak pasti? ah itu pasti.. tak sampai?.. aku hanya tak boleh lalai
apa lagi yang dibawa angin pergi malam itu?
kenangan.. bukan.. kurasa sedikit memori masa lampau yang agak sedikit kacau
jadi apa angin juga bawa rasa itu pergi?
mungkin..ah dia kembali menusukku dengan tatapannya pagi itu..
MHM-14-06-2013
Sabtu, 08 Juni 2013
balas sajak
bulan menatap sendu malam ini aku mengabaikannya untuk berbalas sajak dengan temanku, mungkin ia cemburu ..\
mengapa di malam sejuk, bayangmu terasa seakan memeluk?
mengapa dipagi sendu bayangmu terasa merayu?
sesosok ragamu, menyatu dalam hempasan palung jiwaku, yang tak pernah berlari dalam ingatanku
kenapa embun jatuh terlalu pagi sedangkan diriku belum dapat menggapai hati?
karena diri engkau telah larut dalam kesedihan, dan takkan mungkin cintamu terbalaskan
ah mengapa dirimu terlalu cepat menyimpulkan sedangkan mentaripun dapat ditutupi awan? biar tuhan mengatur alur cerita cinta
dan kini puisiku kembali tercipta, kedalam batin yang maha indah, andai engkau bunganya, akan ku beri kau cinta
lalu engkau dengan tanpa enggan menghapus sajakku lalu menyianyiakan syairku. ah bunga itu indah sayang durinya menengadah
ketika wanita itu berjalan, maka lekas daun itu berterbangan, dan dia diikuti oleh sang rembulan, begitu mengesankan
dan bahkan mentari menyinarinya dengan enggan..lantas apa harus hati ditaklukkan?
hatiku berkata, inilah waktu yang tepat, untuk memberikan cinta, dan pantas untuk di balas
dan lalu bulan menyeringai cinta akan membuatmu lalai
tak akan pernah tercapai, oleh sajak yang terlalu mengurai
tak kan pernah menyentuh oleh syair yang tak membuat hati luluh
lalu, seseorang wanita yang aku tuju, adalah orang yang mampu membuat hatiku syahdu
dan wanita yang aku mau adalah wanita yang dapat membuat mataku tersipu, hatiku me layu, dan ragaku kaku
taukah jikalau cinta menggoda, hati siapa yang mau menolak akan adanya
tak akan ada hati yang sanggup menolak cinta tapi ada hati yang terlalu dibuai benci
itulah sebab cinta mengapa, terlalu mudah untuk di terima
apa cinta memang mampu menuliskan rasa dilangit biru atau sanggup buat mawar jadi biru?/
tak ada yang tau, sebab rasa cinta selalu lebih baik dari sebuah ilmu
ah bahkan seorang pujangga yang mencari cinta akan tersipu jika ditertawakan ilmu
aku kembali melirik bulan. ia mendelik aku putuskan untuk berbalas sajak lagi dengannya
"Jika cinta memang bisa menulis rasa dilangit biru atau buat mawar jadi biru dan bahkan buat ilmu tak lagi perlu kurasa ia dapat buat diriku tersipu malu"--bulan ikut bersajak
MHM-ABP 08-06-2013
mengapa di malam sejuk, bayangmu terasa seakan memeluk?
mengapa dipagi sendu bayangmu terasa merayu?
sesosok ragamu, menyatu dalam hempasan palung jiwaku, yang tak pernah berlari dalam ingatanku
kenapa embun jatuh terlalu pagi sedangkan diriku belum dapat menggapai hati?
karena diri engkau telah larut dalam kesedihan, dan takkan mungkin cintamu terbalaskan
ah mengapa dirimu terlalu cepat menyimpulkan sedangkan mentaripun dapat ditutupi awan? biar tuhan mengatur alur cerita cinta
dan kini puisiku kembali tercipta, kedalam batin yang maha indah, andai engkau bunganya, akan ku beri kau cinta
lalu engkau dengan tanpa enggan menghapus sajakku lalu menyianyiakan syairku. ah bunga itu indah sayang durinya menengadah
ketika wanita itu berjalan, maka lekas daun itu berterbangan, dan dia diikuti oleh sang rembulan, begitu mengesankan
dan bahkan mentari menyinarinya dengan enggan..lantas apa harus hati ditaklukkan?
hatiku berkata, inilah waktu yang tepat, untuk memberikan cinta, dan pantas untuk di balas
dan lalu bulan menyeringai cinta akan membuatmu lalai
tak akan pernah tercapai, oleh sajak yang terlalu mengurai
tak kan pernah menyentuh oleh syair yang tak membuat hati luluh
lalu, seseorang wanita yang aku tuju, adalah orang yang mampu membuat hatiku syahdu
dan wanita yang aku mau adalah wanita yang dapat membuat mataku tersipu, hatiku me layu, dan ragaku kaku
taukah jikalau cinta menggoda, hati siapa yang mau menolak akan adanya
tak akan ada hati yang sanggup menolak cinta tapi ada hati yang terlalu dibuai benci
itulah sebab cinta mengapa, terlalu mudah untuk di terima
apa cinta memang mampu menuliskan rasa dilangit biru atau sanggup buat mawar jadi biru?/
tak ada yang tau, sebab rasa cinta selalu lebih baik dari sebuah ilmu
ah bahkan seorang pujangga yang mencari cinta akan tersipu jika ditertawakan ilmu
aku kembali melirik bulan. ia mendelik aku putuskan untuk berbalas sajak lagi dengannya
"Jika cinta memang bisa menulis rasa dilangit biru atau buat mawar jadi biru dan bahkan buat ilmu tak lagi perlu kurasa ia dapat buat diriku tersipu malu"--bulan ikut bersajak
MHM-ABP 08-06-2013
Minggu, 02 Juni 2013
hingga daku menggenggam bintang
hingga aku menggenggam bintang..
Malam sudah larut aku masih berusaha melunakkan ilmu yang akan kujejalkan kekepalaku. mungkin aku satu satunya orang yang masih terjaga malam ini dirumahku, untuk apa?. untuk apa belajar terlalu keras? untuk apa mendapat nilai bagus diselembar kertas?. pertanyaan bodoh yang harus kujawab dengan tegas.
masa depanku tidak ditentukan oleh selembar kertas hasil ujian"-- Thomas edison. kata kata yang dipegang seorang pemalas. kau tau teman kapan thomas edison mengatakan kata kata seperti itu? ya dia mengatakan kata kata seperti itu saat dia telah berada di puncak yang tinggi. jadi apa kau tau kau akan bersahabat dengan masa depanmu? apa kau tau selembar kertas itu tak akan membantumu?
kau harus berlayar untuk mencapai tanah seberang.
kau harus menyelam untuk taklukkan laut dalam
kau harus mendaki tuk capai puncak tertinggi
jadi aku harus melakukan yang terbaik disetiap kesempatan yang kumiliki
aku harus melewati padang pasir yang tandus
atau menapaki gunung tinggi tanpa rasa haus
aku mungkin akan menolak purnama bulan
atau melawan mentari demi sebuah khayalan
aku tak boleh mengaku kalah pada dinginnya air malam
atau dipaksa tunduk oleh detik yang suram
bahkan aku tak boleh lalai oleh rayu mawar
atau mati karena ditikam manja yang kekar
karena aku tak mau ditertawakan bulan
karena daku ingin menggapai segala harapan
aku tak akan berhenti berlari
hingga sentuh puncak tertinggi
Hidup akan kutantang
Hingga daku menggenggam Bintang
MHM 2-06-2013
Malam sudah larut aku masih berusaha melunakkan ilmu yang akan kujejalkan kekepalaku. mungkin aku satu satunya orang yang masih terjaga malam ini dirumahku, untuk apa?. untuk apa belajar terlalu keras? untuk apa mendapat nilai bagus diselembar kertas?. pertanyaan bodoh yang harus kujawab dengan tegas.
masa depanku tidak ditentukan oleh selembar kertas hasil ujian"-- Thomas edison. kata kata yang dipegang seorang pemalas. kau tau teman kapan thomas edison mengatakan kata kata seperti itu? ya dia mengatakan kata kata seperti itu saat dia telah berada di puncak yang tinggi. jadi apa kau tau kau akan bersahabat dengan masa depanmu? apa kau tau selembar kertas itu tak akan membantumu?
kau harus berlayar untuk mencapai tanah seberang.
kau harus menyelam untuk taklukkan laut dalam
kau harus mendaki tuk capai puncak tertinggi
jadi aku harus melakukan yang terbaik disetiap kesempatan yang kumiliki
aku harus melewati padang pasir yang tandus
atau menapaki gunung tinggi tanpa rasa haus
aku mungkin akan menolak purnama bulan
atau melawan mentari demi sebuah khayalan
aku tak boleh mengaku kalah pada dinginnya air malam
atau dipaksa tunduk oleh detik yang suram
bahkan aku tak boleh lalai oleh rayu mawar
atau mati karena ditikam manja yang kekar
karena aku tak mau ditertawakan bulan
karena daku ingin menggapai segala harapan
aku tak akan berhenti berlari
hingga sentuh puncak tertinggi
Hidup akan kutantang
Hingga daku menggenggam Bintang
MHM 2-06-2013
Langganan:
Postingan (Atom)