Biar puisi ini disampaikan untuknya
Bilang ia tak perlu risau
Manisnya tak kan buat sakit gula
Kujanjikan tak akan ada dusta pada tiap baitnya
Tidak harus ia percaya
Baca lalu tersenyum
Cukup begitu saja
Sebab taulah aku dia tak percaya pria
Apalagi pujangga
Puisi ini ditulis dengan cinta yang cukup
Dengan tinta yang tak akan menyakiti siapa siapa
Cantiklah sipemilik puisi dengan perandaian perandaian yang kusebut
Bersama diksi diksi yang tak biasa
Ia boleh menentukan makna puisi ini sebagaimanapun yang ia suka
Tapi yang selalu ia artikan hanya dusta
Percayalah
Seperti tangan tangan yang melepaskan
Senyum laki laki baik boleh untuk disalah artikan
Karena maknanya tak punya ketetapan
Dibait bait terakhir ini
Aku maunya ia mengerti
Tidak hanya lelaki
Orang orang selalu berubah
Bertemu lalu berpisah
Tidak ada yang salah jika ditinggalkan ataupun meninggalkan
Yang salah adalah meminta
Salahlah sayang pabila cinta yang kau pinta
Sebab memintanya adalah kejahatan
Tapi manusia senang menjadi jahat
Terlalu tamak untuk membuat sekat
Cinta akan selalu membuatmu tamak
Tamak adalah dosa yang berlebihan
Maka cintai lalu lupakan
Sakitnya akan cukup
Tak akan pernah lebih
Abi_
MHM,
B