Selasa, 04 April 2017

Puisi

Biar puisi ini disampaikan untuknya
Bilang ia tak perlu risau
Manisnya tak kan buat sakit gula

Kujanjikan tak akan ada dusta pada tiap baitnya
Tidak harus ia percaya
Baca lalu tersenyum
Cukup begitu saja

Sebab taulah aku dia tak percaya pria
Apalagi pujangga

Puisi ini ditulis dengan cinta yang cukup
Dengan tinta yang tak akan menyakiti siapa siapa

Cantiklah sipemilik puisi dengan perandaian perandaian yang kusebut
Bersama diksi diksi yang tak biasa

Ia boleh menentukan makna puisi ini sebagaimanapun yang ia suka
Tapi yang selalu ia artikan hanya dusta

Percayalah
Seperti tangan tangan yang melepaskan

Senyum laki laki baik boleh untuk disalah artikan
Karena maknanya tak punya ketetapan

Dibait bait terakhir ini
Aku maunya ia mengerti
Tidak hanya lelaki

Orang orang selalu berubah
Bertemu lalu berpisah

Tidak ada yang salah jika ditinggalkan ataupun meninggalkan
Yang salah adalah meminta

Salahlah sayang pabila cinta yang kau pinta
Sebab memintanya adalah kejahatan

Tapi manusia senang menjadi jahat
Terlalu tamak untuk membuat sekat

Cinta akan selalu membuatmu tamak
Tamak adalah dosa yang berlebihan

Maka cintai lalu lupakan
Sakitnya akan cukup
Tak akan pernah lebih

Abi_
MHM,
B

Senin, 13 Februari 2017

Hal dan Perihal

Kau mungkin hanya akan melambai diseberang sana
Menyimpulkan senyum dibalik dinding kaca

Mungkin kau ingin berbisik pelan
Rindu..
Ditengah tengah suara haru pilu

Aku akan menunggumu
Bergegaslah karena tak akan bisa selamanya

Tiada dari kita yang akan mengutuk kesia sia an pada akhirnya

Karena Kau ataupun aku hanyalah potongan potongan cerita
Dan masing masing dari kita punya pena

Kalau kau putuskan untuk tak mengantarkan ku pergi
Tak perlu juga menjemputku ditempat yang sama

Dan Kalau akhirnya aku hanya kenangan yang tak perlu diingat
Tak perlu juga susah payah berkirim surat

Tiada hal ataupun perihal yang benar untukku memintamu bertahan
Sementara aku sendiri ragu membiarkan jemarimu lepas dari genggaman

Kita akan menjadi asing setelah fajar
Sehabis malam malam yang dingin

Bisa saja nanti kau ataupun aku yang kalah pada rindu
Lalu mencari cari ketiadaan yang kita upayakan

Atau boleh jadi lebih baik begini
Sebab salah satu dari kita hanya akan menerima rasa sakit
Sementara yang lain akan merasa kosong

Yang tergetar tak lagi bergetar
Yang menahanmu hanya rasa takut akan menyesal

Nanti bila rindu datang dan menawarkan sesuatu
Jangan diambil seberapapun kau ingin

Karena yang ditawarkannya hanya rasa sakit
Kalau tidak untukmu
Ya untukku

Abi_
MHM/'

Selasa, 23 Agustus 2016

Candaan Putri Raja

Bergurau putri raja dengan pelayan

Kuberi kau mahkota
Tukarkan dengan cinta

Tanpa bersungguh sungguh pelayan bertanya
Cinta yang mana lagi yang tuan putri tak punya?

Putri tersenyum
Atau meringis

Cinta yang itu celotehnya pelan

Yang itu mana tuan?

Yang rabun jauh saja
Cinta yang itu

Tak nampak ia apa yang ada dibelakangku
Cukup ia sudah cukup
melihat aku dari dekat

Kenapa tak sekalian buta saja tuan?

Jangan pula begitu

Nanti kalau aku tersenyum
Yang hatinya luluh lantah siapa?

MHM
23-08-2016

Senin, 06 Juni 2016

Bagaimana?

Bagaimana kekasih?
Jika setiap aku menoleh dan kau hilang
Rasanya sakit sekali

Bagaimana lagi?
Kalau memang yang ingin kau kembalikan
Tak mau juga kembali?

Bagaimana jika?
Tanyaku masih banyak
Dan alasanmu telah habis?

Bagaimana sayang?
Bila kau masih sebuah karena
Sedang aku tinggal mengapa

Haruskah peranmu antagonis
Dicerita paling menarik yang aku tulis?

Atau harusnya?
Judulnya kutulis aku
Bukan kau?

MHM 06-06-2016

Selasa, 12 Januari 2016

Aku takut taringmu


Kubilang aku tak suka angin..
Kau malah meniup niup keningku

Harusnya aku lari saja..
Salahku aku diam kau peluk

Bimbang harusnya nikmat atau sakit

Katupkan bibir ketika kau tersenyum
Aku takut taringmu

Tak perlu berkedip padaku
Dadaku hanya ruang kosong

Tak perlu juga terpongah
Semua dari kita pasti lupa

Ah aku bingung harus tertawa atau menangis

Aku lupa buaian
Kau lupa berlian

MHM 12-01-2016

Jumat, 18 September 2015

ia menangis

sudah tiga hari ia resah,
laki laki paling tegar yang pernah aku tau. ibunya hanya bernafas lemah.. tak mau bangun lagi
aku menatapnya
ia tak peduli..ia hanya sedang memakaikan ibunya baju terbaik yang aku tak tau mengapa itu perlu

lalu semua tersedu sedu..meraung raung menangis nangis
seakan orang tua itu...seakan ibunya
belum pantas pergi..belum terlalu lelah hidup didunia omong kosong ini

tapi ia tidak..ia hanya terdiam..
mengelus kepala ibunya, ibu yang mengikat perut untuk membantunya pergi kekota
ibu yang duduk menunggunya pulang setiap lebaran tiba dibawah pohon jambu tua

ia hanya terlalu tenang...aku sampai kebingungan mengapa
mengambil al quran tua diatas lemari yang aku tau bahkan lebih tua darinya
ia mulai melantunkan ayat ayat itu
aku sering mendengarnya. tapi tidak seperti saat itu
ia tidak perduli apa apa...aku tau saat itu ia ..hatinya hancur berantakan..nafasnya terputus putus
menatap ayat ayat itu dalam seakan itu adalah diari kesedihan
dan ia adalah laki laki yang kesakitan

lalu ketika kamar itu mulai dingin.. aku tercekat
waktunya habis batinku
sekejap kemudian terjadi hiruk pikuk yang janggal...kulirik ia mencium kening ibunya lalu pergi keluar
begitu saja?

aku mecarinya diluar dan menemukan ia.. atau kurasa raganya.. terduduk dibawah pohon jambu tua
aku pun kesakitan karenanya

lalu ia memanggilku..mananyakan ayat ayat untuk mengantarkan ibunya berpulang
yang aku tau ia harus jadi imam.. dan aku juga tau abangnya yang sudah mulai renta juga mengerti

seketika hatinya kurasakan kembali menguat
aku akhirnya mengerti mengapa ayat ayat yang ia kirimkan ke ayahnya membuatnya sedih sedemikian rupa
laki laki itu menyesal
ia sungguh menyesal tak melihat pembaringan ayahnya..ia sungguh menyesal tak membopong ayahnya kedalam tanah dengan tangannya

untuk itu
ia harus jadi imam

lalu pada akhirnya
aku melihat tangannya yang kekar membopong ibunya kepembaringan terakhir
masih tanpa air mata

dan pada saat jasad tertimbun tanah dan nisan telah tertancap semua doa doa dipanjatkan
semua pergi
sedang ia berlutut

dia menangis
laki laki paling tegar yang aku tau
menangis..

MHM 27-07-2014






Selasa, 08 September 2015

boleh saja

Boleh saja pergi
Boleh saja
Hanya jangan perlahan ingin kembali

Boleh saja hujam aku dengan belati
Sekali saja
Sekali karena itu sakit sekali

Boleh saja mengunjungiku lagi
Pelataranku masih sama
Hanya isinya sedang ku perbaiki

Kalau kau meminta minum padaku sayang
Minuman yang dulu kita senangi
Aku tak punya lagi
Aku pernah meminumnya habis
Sampai nyaris mati hanya untuk mengingatmu
Bertemu sekali lagi hanya sekali

Anggap aku membual padamu tentang rasa sakit
Bahwa belati itu tak terlalu tajam
Kalau kau  tidak menghujamkannya terlalu dalam

Atau anggaplah aku hanya terlalu rapuh
Si lemah Si bodoh yang terlalu melebih lebihkan

Aku hanya bermimpi bahwa kau adalah permulaanku
Rumah nyaman yang harus ditinggal sebentar
Hingga ketika aku telah terbang tinggi
Tinggi sekali
Sampai aku lelah dan ingin pulang
Aku akan pulang kepadamu

Lalu aku terbangun dan sadar tertidur terlalu lama

Kau hanya singgah sebentar
Bersenang senang
Tak pernah ingin membuat rumah untuk aku pulang


abi_
MHM 09-09-2015

Sabtu, 05 September 2015

Ia..

terduduk disana 
tersenyum senyum pada daun daun yg dilambaikan angin
sudahlah raganya mengerti segala hiruk pikuk dunia

ia yang duduk disana sayang
hanya laki laki yang ingin pulang

ia yang duduk disana
yang tergelitik candaan tuhan
hanya menyimpulkan senyum
tak sampai tertawa terbahak bahak

ia yang duduk disana
yang merong rong sebuah capaian
hanya ingin meluruskan kaki 
sekejap saja 

ia laki laki itu
ditikam tikam rindu tapi hanya meringis

ia laki laki itu
hanya menertawai keadaan

hanya bersenda gurau dengan kesendirian

abi_
MHM 05-09-2015












Sabtu, 07 Maret 2015

Lepas yang tak pantas



Benar adanya cinta yang dimengerti si merpati
Satu sampai mati
Tak perduli seberapa jauh ia terbang
Seberapa indah tempat persinggahan
ia selalu kembali pulang

pukul anjing itu lalu biarkan ia menyalak
kau akan mengerti arti cinta untuknya
sekali lalu mati
nyawa buat tuan
baginya tiada berarti

renggut anak dalam pelukan sang singa
dan baru kau tau apa yang sanggup dibuat cinta
auman menggetarkan semesta
kau mati 
dan itu bukan pilihan

ambil saja hatiku lalu pecahkan
kau akan melihat apa cinta punya batasan

aku tak sekuat itu

cinta hanya tentang kesetiaan tanpa batas
keikhlasan semu
senyum palsu

dan ketika bahkan semua sebab nampak jelas
hati meragu pada kepantasan

lalu hati bilang cukup
gapai yang tercapai
lepas yang tak pantas

abi_

Minggu, 04 Januari 2015

bukan lagi langit kita

jatuh aku hilang daya hilang upaya
bias cinta bias pula nelangsa
sekejap hilang sekejap tampak
segaris luka segaris derita

jangan bergidik jangan melirik
biar aku terbaring saja

jatuh aku terlampau keras
sampai bingung aku apa dan mengapa

harusnya aku berhenti sebelum terlalu jauh
menguatkan tekad sebelum mengangkat sauh

agar tiang tak rapuh saat kupegang
agar kapalku tak karam menabrak karang

 karena aku hancur saat sadar kau ingin berhenti
ketika aku bahkan tak sanggup memikirkan bagaimana harus berakhir

langit inikah yang dahulu kita pandang?
kurasa iya karena birunya tetap sama

kemudian senja
sekali lagi aku hampa

ini bukan lagi langit kita

MHM 04-01-2015
 <>?



Sabtu, 18 Oktober 2014

hilang

hilang sayang
telah hilang
tertera selebaran pada pohon tua

aku linglung
hampir jatuh saat kau  berbisik pelan
ia telah hilang

hilang aku sayang
hilang aku tak mengerti

sampai tinta luntur akan air mata
tapi masih disana
tertancap pada selebaran pohon tua

adakah sayang kau simpan rapi?
adakah ia punya secuil arti?

jika kau tanya aku apa aku masih punya
ya ia kujaga karena berharga
kusimpan rapi sebab berarti

jika kau tanya mengapa sayang
itu karena aku tak tau
aku tak mau tau

aku hanya siperasa
yang tak tergoda permata

aku hanya sibuta
yang tak paham isyarat yang terlihat

atau adakah sayang?
adakah yang memang tak pernah ada?


MHM 18-10-2014







Senin, 18 Agustus 2014

Berkatalah Cinta

berkatalah cinta pada hujan
kau tak akan ada tanpa awan
sedang aku ada karena memang aku ada

hujan menyahut
kau tak akan ada tanpa kerelaan
sedang awan tak mungkin tak rela

berkatalah cinta pada bayang bayang
kau akan hilang bersama cahaya
sedang aku abadi

bayang bayang tersenyum
kau akan hilang bersama pengabaian
sedang aku tak mungkin diabaikan

berkatalah cinta pada burung yang terluka
kau tak lagi bisa pulang
sedang aku tak pernah pergi

burung meringis
kau tak pernah pergi
kau yang akan ditinggalkan

berkatalah cinta pada daun daun
betapa kau rapuh
sedang aku tak mungkin jatuh

daun daun menjawab
kau tak akan jatuh
tidak seperti daun daun
kau akan jatuh terhempas hingga tak lagi berupa
tak lagi mungkin dirangkai

berkatalah cinta padaku
kau lemah
aku dapat memberimu perih
hingga kau mengaduh lalu menyerah pergi
mengeluh terbaring tak mau berdiri

aku memeluk cinta
kuatkan aku

abi_


MHM 18-08-2014

Rabu, 18 Juni 2014

Rindu

Disini gelap aku tak kuasa melihat
Aku meraba raba sesuatu yang mungkin tak pernah ada
Apa?
Rindu tak tampak 
hanya mengusik memaksamu melirik 
Cukup untuk buatmu mengerti apa itu derita
Rindu hingga menderita

Hujan berhenti!
Biar kemarau mengajarkan pada gajah arti ketiadaan
  
Api bakar hutan!
Biar binatang binatang itu mengerti  perih kehilangan

Biar mereka mengerti
Rindu ada karena ketiadaan
Karena kau telah terbiasa ia ada
Hingga semua tak terjangkau kau tak mampu tau
Menghantam terlampau telak hingga kau tak lagi sanggup berdiri
Lalu pada pembaringan itu kau sadar
Ia tak lagi ada

takkan ada tak lagi akan kembali
kehilangan bermain terlalu kasar
mendorong hingga semua sendi sendi itu hancur barantakan
meyakinkan apa yang selalu orang tua itu katakan
cinta sumur derita

aku hilang
sampai mati adalah hal yg paling masuk akal untuk dilakukan

aku pembenci rindu

MHM 17-06-2014



Jumat, 13 Juni 2014

Waktu

waktu adalah kereta dimana keadaan adalah stasiun tua
beberapa orang punya tujuan
beberapa lagi menunggu tiket tapi kehabisan

waktu adalah kereta dimana kenyataan adalah tujuan berikutnya
beberapa orang tau dimana
beberapa lagi hanya ikut digerbong kereta

waktu adalah kereta dimana kenangan adalah pemberhentian sebelumnya
semua tak mau peduli darimana
mereka hanya ingin pergi naik kereta

waktu adalah kereta dimana cinta adalah penjaja makanan
ia akan ikut jika tidak terlambat
segera turun setelah habis

waktu adalah kereta dimana rindu adalah pesakitan dikursi roda
ia terlambat
selalu terlambat
menangis kesakitan tapi tiada yang sudi bertanya mengapa

waktu adalah kereta dimana pedoman adalah relnya
ia harus berjalan diatasnya
seberapapun miring tanah adanya

waktu adalah kereta dimana pilihan adalah rel yang bercabang
kau harus tau arah
tau kemana rel menuju

waktu adalah kereta dimana duka adalah persimpangan jalan
ia tak bisa berhenti
apapun yang melintang didepannya

waktu adalah kereta dimana aku adalah penumpang yang kebingungan
tak mengerti dimana harus berhenti

MHM 13-06-2014

Kamis, 08 Mei 2014

batu tak rapuh

Ini kisah si batu
pahamilah maka kau akan tau
kelembutan air dapat merubah batu menjadi pasir
kesejukan angin dapat merubah batu jadi debu

batu keras ya sibatu itu keras
tak ada yang menatap ragu
ia teguh ia tak rapuh
sibatu tak pernah mengeluh

yang salah batu selalu berada pada tempat yang salah
mereka bilang ia penghalang jalan
mereka bilang ia penyandung kaki

batu tak rapuh
angin tak mampu menghempas batu
ia memang akan selalu jadi debu

batu itu teguh
bukan air bukan hanya air
batu jadi pasir bukan karena air

ini semua ulah sang waktu
waktu bilang kau rapuh kau tak cukup teguh
lihat angin membuatmu jadi debu
lihat air membuatmu jadi butir butir pasir

batu hanya batu
ia hanya diam digoda angin
tak bergidik dibelai air

batu hanyalah sibatu
ikhlas menunggu perlahan ia retak
ia tau ia akan retak

batu tak mengeluh
akhirnya aku akan selalu didasar sungai menjadi pasir
pada akhirnya aku akan selalu menjadi debu diatas tanah

batu tak pernah mengeluh
semua tau batu tak rapuh

abi_

MHM 08-05-2014 

Jumat, 04 April 2014

kau telah kehilangan segalanya

bila kau kehilangan kepercayaan
maka hiduplah dalam kecemasan
hiduplah dalam kebimbangan

bila kau kehilangan pedoman
maka jalanilah sesatnya jalan
tak perlu perdulikan tanda disetiap persimpangan

bila kau kehilangan kekuatan
sesali kelemahan
sadari keangkuhan

bila kau kehilangan kemampuan
rasakan ketidak berdayaan
kau tak lagi berguna kan?

bila kau kehilangan harapan
termangulah dirimu dalam kehampaan
terbodohi keputus asaan

bila kau kehilangan tuhan
ah..apalagi yang bisa kukatakan?
jangan kau merengek pada dinginnya tuhan?


karena jika dirimu telah kehilangan tuhan

kau telah kehilangan segalanya


MHM 04-04-2014

Sabtu, 29 Maret 2014

aku yang pergi

ini kepala kita 
telinganya bukan dua
ah tidak..
telinganya dua
memang begitu yg dibuat sang pencipta?

yang mengganggu itu suara-suara
kita disesatkan suara suara

kita terlalu risau
terlalu tertekan apa yg orang katakan

itu lucu ketika sebenarnya bukan itu..
terlalu tinggi ego beradu
takut atau ragu
apa dia memang cinta aku?

cinta aku yang pergi
jika memang dirimu tak sudi

MHM
28-03-2014

Kamis, 13 Februari 2014

lekas pulang

matahari telah terbenam..hari sudah berganti malam.. namun ayah belum jua pulang..
aku duduk dipelataran.
ditemani kopi dengan panasnya kerisauan

aku risau ayah..lekas pulang..
cukup sudah setiap inginku kau perjuangkan
cukup sudah kebahagiaanku kau usahakan

aku malu ayah
aku ini bisa apa?
aku telah berbuat apa?

aku malu ayah
aku ini anak macam apa?
karena hanya kesal yang kulontarkan untuk menjawab inginmu
ketika tanpa menyesal kuludahi setiap pesan yang kau sampaikan
hanya agar aku tak jatuh..
hanya agar aku tak melenceng terlampau jauh

ayah lekas pulang.. aku rindu
aku rindu pada erat rangkulanmu 
aku rindu diujung pesan kau sampaikan 
indah rangkaian kata berisi jutaan pesan berharga

ayah aku rindu
pada setiap ujian yang kau berikan 
agar aku tetap kokoh diterjang cobaan
tetap teguh dirayu godaan

ayah terkadang aku merasa lucu 
ketika mereka bilang kau tak lebih berharga dibanding ibu
yang lucu
mereka terlampau bodoh untuk tau
atau tak peka tuk merasa
kau tak pernah mengumbar ngumbar cinta
hanya memainkan peran dibelakang layar
tanpa berharap harap meriahnya tepuk tangan

ayah lekas pulang..lekas datang..
jangan sampai mengejar ngejar yang tak terkejar

ayah lekas pulang
jangan sampai melawan tuhan


abi_
MHM-13-02-2014

Jumat, 31 Januari 2014

Senyum itu

Indah.. Ia indah
pengobat gundah
penghilang resah

Kembang yang merekah itu..
ia pun tertuduh kalah..

Indah.. Ia Indah
Namun sayang kau harus pandai menelaah
Tak semua Bibir tersimpul punya sebab indah

senyum..tersenyumlah sayang..
biarpun semua derita rapi tertata diujung setiap senyum itu

senyum.. tersenyumlah sayang..
walau terselip remah sakit itu selalu kau rasa

karena..
waktu mau berputar hanya tuk mengulang senyum itu lagi
semesta rela melambat hanya karena ingin melihat ..senyum itu

Lama..
sampai dimana 
bila akhirnya tuhan memintamu pulang kepadanya 
bawa senyum itu..
biar tuhan tau 
Senyum itu dapat buat semua tekad tak lagi bulat

senyum itu mampu buat segala derita menjadi semanis gula

Inspiring by: PAN
MHM-31-01-2014



Jumat, 20 Desember 2013

Sebab Cinta

saat cinta datang lalu menghancurkan pilar pilar keteguhan
batas batas mulai retak tapi kau pertahankan untuk tak runtuh 

ego coba yakinkan kau dapat bertahan
tapi nyatanya cinta tak perlu bantuan waktu 
tak perlu kau lelah menyanggah
ia  memaksa sayang,, kau harusnya mengerti

pada akhirnya kau terpaksa menyerah
bukan karena hati kau katakan lengah
jangan merasa kau dapat membuang muka ketika cinta menyapa
jangan kira kau takkan terusik saat ia melirik

sebab cinta..
instrumen penyiksaan untuk jiwa yang tersesat dalam ruang kesendirian
lelucon murahan yang sengaja dibuat tuhan agar kau tau..!
kau tak sanggup digoda kesepian 

semudah itu kau menyerah..
semakin kau busungkan dada kau tegapkan badan
semakin cinta menawarkan keramah tamahan
tak perlulah kau berlagak menolak..

karena sayang..
jika kita memang tak ditakdirkan untuk mencinta
mengapa harus ada cerita adam dan hawa?
bagaimana kau berharap dunia ini tetap ada?

datanglah padanya..
katakan yang seharusnya..
bila ia perlihatkan keangkuhan
jangan kepala ikut kau dongakkan

berdamailah dengan cinta
walau dirimu kesakitan
beri cinta sebuah jamuan kehangatan
agar cinta sama tau

kau tak sehebat ketidakperdulianmu..

Kau tak cukup teguh
Kau hanya mainan tuhan yang rapuh



abi_
MHM-18-12-2013