hilang sayang
telah hilang
tertera selebaran pada pohon tua
aku linglung
hampir jatuh saat kau berbisik pelan
ia telah hilang
hilang aku sayang
hilang aku tak mengerti
sampai tinta luntur akan air mata
tapi masih disana
tertancap pada selebaran pohon tua
adakah sayang kau simpan rapi?
adakah ia punya secuil arti?
jika kau tanya aku apa aku masih punya
ya ia kujaga karena berharga
kusimpan rapi sebab berarti
jika kau tanya mengapa sayang
itu karena aku tak tau
aku tak mau tau
aku hanya siperasa
yang tak tergoda permata
aku hanya sibuta
yang tak paham isyarat yang terlihat
atau adakah sayang?
adakah yang memang tak pernah ada?
MHM 18-10-2014
Sabtu, 18 Oktober 2014
Senin, 18 Agustus 2014
Berkatalah Cinta
berkatalah cinta pada hujan
kau tak akan ada tanpa awan
sedang aku ada karena memang aku ada
hujan menyahut
kau tak akan ada tanpa kerelaan
sedang awan tak mungkin tak rela
berkatalah cinta pada bayang bayang
kau akan hilang bersama cahaya
sedang aku abadi
bayang bayang tersenyum
kau akan hilang bersama pengabaian
sedang aku tak mungkin diabaikan
berkatalah cinta pada burung yang terluka
kau tak lagi bisa pulang
sedang aku tak pernah pergi
burung meringis
kau tak pernah pergi
kau yang akan ditinggalkan
berkatalah cinta pada daun daun
betapa kau rapuh
sedang aku tak mungkin jatuh
daun daun menjawab
kau tak akan jatuh
tidak seperti daun daun
kau akan jatuh terhempas hingga tak lagi berupa
tak lagi mungkin dirangkai
berkatalah cinta padaku
kau lemah
aku dapat memberimu perih
hingga kau mengaduh lalu menyerah pergi
mengeluh terbaring tak mau berdiri
aku memeluk cinta
kuatkan aku
abi_
MHM 18-08-2014
kau tak akan ada tanpa awan
sedang aku ada karena memang aku ada
hujan menyahut
kau tak akan ada tanpa kerelaan
sedang awan tak mungkin tak rela
berkatalah cinta pada bayang bayang
kau akan hilang bersama cahaya
sedang aku abadi
bayang bayang tersenyum
kau akan hilang bersama pengabaian
sedang aku tak mungkin diabaikan
berkatalah cinta pada burung yang terluka
kau tak lagi bisa pulang
sedang aku tak pernah pergi
burung meringis
kau tak pernah pergi
kau yang akan ditinggalkan
berkatalah cinta pada daun daun
betapa kau rapuh
sedang aku tak mungkin jatuh
daun daun menjawab
kau tak akan jatuh
tidak seperti daun daun
kau akan jatuh terhempas hingga tak lagi berupa
tak lagi mungkin dirangkai
berkatalah cinta padaku
kau lemah
aku dapat memberimu perih
hingga kau mengaduh lalu menyerah pergi
mengeluh terbaring tak mau berdiri
aku memeluk cinta
kuatkan aku
abi_
MHM 18-08-2014
Rabu, 18 Juni 2014
Rindu
Disini gelap
aku tak kuasa melihat
Aku meraba
raba sesuatu yang mungkin tak pernah ada
Apa?
Rindu tak tampak
hanya mengusik memaksamu melirik
Cukup untuk
buatmu mengerti apa itu derita
Rindu hingga
menderita
Hujan berhenti!
Biar kemarau
mengajarkan pada gajah arti ketiadaan
Api bakar
hutan!
Biar binatang
binatang itu mengerti perih kehilangan
Biar mereka
mengerti
Rindu ada
karena ketiadaan
Karena kau
telah terbiasa ia ada
Hingga semua
tak terjangkau kau tak mampu tau
Menghantam terlampau
telak hingga kau tak lagi sanggup berdiri
Lalu pada
pembaringan itu kau sadar
Ia tak lagi
ada
takkan ada tak lagi akan kembali
kehilangan bermain terlalu kasar
mendorong hingga semua sendi sendi itu hancur barantakan
meyakinkan apa yang selalu orang tua itu katakan
cinta sumur derita
aku hilang
sampai mati adalah hal yg paling masuk akal untuk dilakukan
aku pembenci rindu
MHM 17-06-2014
Jumat, 13 Juni 2014
Waktu
waktu adalah kereta dimana keadaan adalah stasiun tua
beberapa orang punya tujuan
beberapa lagi menunggu tiket tapi kehabisan
waktu adalah kereta dimana kenyataan adalah tujuan berikutnya
beberapa orang tau dimana
beberapa lagi hanya ikut digerbong kereta
waktu adalah kereta dimana kenangan adalah pemberhentian sebelumnya
semua tak mau peduli darimana
mereka hanya ingin pergi naik kereta
waktu adalah kereta dimana cinta adalah penjaja makanan
ia akan ikut jika tidak terlambat
segera turun setelah habis
waktu adalah kereta dimana rindu adalah pesakitan dikursi roda
ia terlambat
selalu terlambat
menangis kesakitan tapi tiada yang sudi bertanya mengapa
waktu adalah kereta dimana pedoman adalah relnya
ia harus berjalan diatasnya
seberapapun miring tanah adanya
waktu adalah kereta dimana pilihan adalah rel yang bercabang
kau harus tau arah
tau kemana rel menuju
waktu adalah kereta dimana duka adalah persimpangan jalan
ia tak bisa berhenti
apapun yang melintang didepannya
waktu adalah kereta dimana aku adalah penumpang yang kebingungan
tak mengerti dimana harus berhenti
MHM 13-06-2014
Kamis, 08 Mei 2014
batu tak rapuh
Ini kisah si batu
pahamilah maka kau akan tau
kelembutan air dapat merubah batu menjadi pasir
kesejukan angin dapat merubah batu jadi debu
batu keras ya sibatu itu keras
tak ada yang menatap ragu
ia teguh ia tak rapuh
sibatu tak pernah mengeluh
yang salah batu selalu berada pada tempat yang salah
mereka bilang ia penghalang jalan
mereka bilang ia penyandung kaki
batu tak rapuh
angin tak mampu menghempas batu
ia memang akan selalu jadi debu
batu itu teguh
bukan air bukan hanya air
batu jadi pasir bukan karena air
ini semua ulah sang waktu
waktu bilang kau rapuh kau tak cukup teguh
lihat angin membuatmu jadi debu
lihat air membuatmu jadi butir butir pasir
batu hanya batu
ia hanya diam digoda angin
tak bergidik dibelai air
batu hanyalah sibatu
ikhlas menunggu perlahan ia retak
ia tau ia akan retak
batu hanya batu
ia hanya diam digoda angin
tak bergidik dibelai air
batu hanyalah sibatu
ikhlas menunggu perlahan ia retak
ia tau ia akan retak
batu tak mengeluh
akhirnya aku akan selalu didasar sungai menjadi pasir
pada akhirnya aku akan selalu menjadi debu diatas tanah
batu tak pernah mengeluh
semua tau batu tak rapuh
abi_
MHM 08-05-2014
Jumat, 04 April 2014
kau telah kehilangan segalanya
bila kau kehilangan kepercayaan
maka hiduplah dalam kecemasan
hiduplah dalam kebimbangan
bila kau kehilangan pedoman
maka jalanilah sesatnya jalan
tak perlu perdulikan tanda disetiap persimpangan
bila kau kehilangan kekuatan
sesali kelemahan
sadari keangkuhan
bila kau kehilangan kemampuan
rasakan ketidak berdayaan
kau tak lagi berguna kan?
bila kau kehilangan harapan
termangulah dirimu dalam kehampaan
terbodohi keputus asaan
bila kau kehilangan tuhan
ah..apalagi yang bisa kukatakan?
jangan kau merengek pada dinginnya tuhan?
karena jika dirimu telah kehilangan tuhan
kau telah kehilangan segalanya
MHM 04-04-2014
maka hiduplah dalam kecemasan
hiduplah dalam kebimbangan
bila kau kehilangan pedoman
maka jalanilah sesatnya jalan
tak perlu perdulikan tanda disetiap persimpangan
bila kau kehilangan kekuatan
sesali kelemahan
sadari keangkuhan
bila kau kehilangan kemampuan
rasakan ketidak berdayaan
kau tak lagi berguna kan?
bila kau kehilangan harapan
termangulah dirimu dalam kehampaan
terbodohi keputus asaan
bila kau kehilangan tuhan
ah..apalagi yang bisa kukatakan?
jangan kau merengek pada dinginnya tuhan?
karena jika dirimu telah kehilangan tuhan
kau telah kehilangan segalanya
MHM 04-04-2014
Sabtu, 29 Maret 2014
aku yang pergi
ini kepala kita
telinganya bukan dua
ah tidak..
telinganya dua
memang begitu yg dibuat sang pencipta?
yang mengganggu itu suara-suara
kita disesatkan suara suara
kita terlalu risau
terlalu tertekan apa yg orang katakan
itu lucu ketika sebenarnya bukan itu..
terlalu tinggi ego beradu
takut atau ragu
apa dia memang cinta aku?
cinta aku yang pergi
jika memang dirimu tak sudi
MHM
28-03-2014
Langganan:
Postingan (Atom)