Sabtu, 18 Oktober 2014

hilang

hilang sayang
telah hilang
tertera selebaran pada pohon tua

aku linglung
hampir jatuh saat kau  berbisik pelan
ia telah hilang

hilang aku sayang
hilang aku tak mengerti

sampai tinta luntur akan air mata
tapi masih disana
tertancap pada selebaran pohon tua

adakah sayang kau simpan rapi?
adakah ia punya secuil arti?

jika kau tanya aku apa aku masih punya
ya ia kujaga karena berharga
kusimpan rapi sebab berarti

jika kau tanya mengapa sayang
itu karena aku tak tau
aku tak mau tau

aku hanya siperasa
yang tak tergoda permata

aku hanya sibuta
yang tak paham isyarat yang terlihat

atau adakah sayang?
adakah yang memang tak pernah ada?


MHM 18-10-2014







Senin, 18 Agustus 2014

Berkatalah Cinta

berkatalah cinta pada hujan
kau tak akan ada tanpa awan
sedang aku ada karena memang aku ada

hujan menyahut
kau tak akan ada tanpa kerelaan
sedang awan tak mungkin tak rela

berkatalah cinta pada bayang bayang
kau akan hilang bersama cahaya
sedang aku abadi

bayang bayang tersenyum
kau akan hilang bersama pengabaian
sedang aku tak mungkin diabaikan

berkatalah cinta pada burung yang terluka
kau tak lagi bisa pulang
sedang aku tak pernah pergi

burung meringis
kau tak pernah pergi
kau yang akan ditinggalkan

berkatalah cinta pada daun daun
betapa kau rapuh
sedang aku tak mungkin jatuh

daun daun menjawab
kau tak akan jatuh
tidak seperti daun daun
kau akan jatuh terhempas hingga tak lagi berupa
tak lagi mungkin dirangkai

berkatalah cinta padaku
kau lemah
aku dapat memberimu perih
hingga kau mengaduh lalu menyerah pergi
mengeluh terbaring tak mau berdiri

aku memeluk cinta
kuatkan aku

abi_


MHM 18-08-2014

Rabu, 18 Juni 2014

Rindu

Disini gelap aku tak kuasa melihat
Aku meraba raba sesuatu yang mungkin tak pernah ada
Apa?
Rindu tak tampak 
hanya mengusik memaksamu melirik 
Cukup untuk buatmu mengerti apa itu derita
Rindu hingga menderita

Hujan berhenti!
Biar kemarau mengajarkan pada gajah arti ketiadaan
  
Api bakar hutan!
Biar binatang binatang itu mengerti  perih kehilangan

Biar mereka mengerti
Rindu ada karena ketiadaan
Karena kau telah terbiasa ia ada
Hingga semua tak terjangkau kau tak mampu tau
Menghantam terlampau telak hingga kau tak lagi sanggup berdiri
Lalu pada pembaringan itu kau sadar
Ia tak lagi ada

takkan ada tak lagi akan kembali
kehilangan bermain terlalu kasar
mendorong hingga semua sendi sendi itu hancur barantakan
meyakinkan apa yang selalu orang tua itu katakan
cinta sumur derita

aku hilang
sampai mati adalah hal yg paling masuk akal untuk dilakukan

aku pembenci rindu

MHM 17-06-2014



Jumat, 13 Juni 2014

Waktu

waktu adalah kereta dimana keadaan adalah stasiun tua
beberapa orang punya tujuan
beberapa lagi menunggu tiket tapi kehabisan

waktu adalah kereta dimana kenyataan adalah tujuan berikutnya
beberapa orang tau dimana
beberapa lagi hanya ikut digerbong kereta

waktu adalah kereta dimana kenangan adalah pemberhentian sebelumnya
semua tak mau peduli darimana
mereka hanya ingin pergi naik kereta

waktu adalah kereta dimana cinta adalah penjaja makanan
ia akan ikut jika tidak terlambat
segera turun setelah habis

waktu adalah kereta dimana rindu adalah pesakitan dikursi roda
ia terlambat
selalu terlambat
menangis kesakitan tapi tiada yang sudi bertanya mengapa

waktu adalah kereta dimana pedoman adalah relnya
ia harus berjalan diatasnya
seberapapun miring tanah adanya

waktu adalah kereta dimana pilihan adalah rel yang bercabang
kau harus tau arah
tau kemana rel menuju

waktu adalah kereta dimana duka adalah persimpangan jalan
ia tak bisa berhenti
apapun yang melintang didepannya

waktu adalah kereta dimana aku adalah penumpang yang kebingungan
tak mengerti dimana harus berhenti

MHM 13-06-2014

Kamis, 08 Mei 2014

batu tak rapuh

Ini kisah si batu
pahamilah maka kau akan tau
kelembutan air dapat merubah batu menjadi pasir
kesejukan angin dapat merubah batu jadi debu

batu keras ya sibatu itu keras
tak ada yang menatap ragu
ia teguh ia tak rapuh
sibatu tak pernah mengeluh

yang salah batu selalu berada pada tempat yang salah
mereka bilang ia penghalang jalan
mereka bilang ia penyandung kaki

batu tak rapuh
angin tak mampu menghempas batu
ia memang akan selalu jadi debu

batu itu teguh
bukan air bukan hanya air
batu jadi pasir bukan karena air

ini semua ulah sang waktu
waktu bilang kau rapuh kau tak cukup teguh
lihat angin membuatmu jadi debu
lihat air membuatmu jadi butir butir pasir

batu hanya batu
ia hanya diam digoda angin
tak bergidik dibelai air

batu hanyalah sibatu
ikhlas menunggu perlahan ia retak
ia tau ia akan retak

batu tak mengeluh
akhirnya aku akan selalu didasar sungai menjadi pasir
pada akhirnya aku akan selalu menjadi debu diatas tanah

batu tak pernah mengeluh
semua tau batu tak rapuh

abi_

MHM 08-05-2014 

Jumat, 04 April 2014

kau telah kehilangan segalanya

bila kau kehilangan kepercayaan
maka hiduplah dalam kecemasan
hiduplah dalam kebimbangan

bila kau kehilangan pedoman
maka jalanilah sesatnya jalan
tak perlu perdulikan tanda disetiap persimpangan

bila kau kehilangan kekuatan
sesali kelemahan
sadari keangkuhan

bila kau kehilangan kemampuan
rasakan ketidak berdayaan
kau tak lagi berguna kan?

bila kau kehilangan harapan
termangulah dirimu dalam kehampaan
terbodohi keputus asaan

bila kau kehilangan tuhan
ah..apalagi yang bisa kukatakan?
jangan kau merengek pada dinginnya tuhan?


karena jika dirimu telah kehilangan tuhan

kau telah kehilangan segalanya


MHM 04-04-2014

Sabtu, 29 Maret 2014

aku yang pergi

ini kepala kita 
telinganya bukan dua
ah tidak..
telinganya dua
memang begitu yg dibuat sang pencipta?

yang mengganggu itu suara-suara
kita disesatkan suara suara

kita terlalu risau
terlalu tertekan apa yg orang katakan

itu lucu ketika sebenarnya bukan itu..
terlalu tinggi ego beradu
takut atau ragu
apa dia memang cinta aku?

cinta aku yang pergi
jika memang dirimu tak sudi

MHM
28-03-2014