AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..
aku terduduk dihalaman rumah yang cukup luas, ditemani
secangkir kopi beberapa roti dan kertas bersama teman setianya pena. Menulis
atau sekedar melamun biasa kulakukan, ayahku bilang aku harus mencoba tidur tapi
kurasa malam tidak mengijinkan, jadi aku disini, sedikit melupakan masalahku
disaat mentari masih berkuasa dilangit,mencoba memikirkan apa yang harus
kulakukan untuk bisa berdamai dengan masa depan. Saat aku sedang asik
berfantasi dengan segala harapanku aku dikejutkan oleh sebuah kalimat.
“Harapan itu adalah rasa sakit yang panjang” bulan tersenyum
“aku tidak terlalu berharap” aku membela diri
“sudahlah tidak perlu malu padaku” bulan mendesak
“ kurasa banyak hal dalam hidup yang masih perlu diharapkan,
kurasa terkadang ada harapan yang menguatkan” aku mendesah
“ayolah, bahkan langit berharap dapat menginjak bumi, Bahkan
mentari berharap dapat menolak senja” harapan didukung kesetiaan untuk
menunggu.. hanya menunggu.. tak berbuat, tak melakukan, kau harus berhenti
menjadi seorang pengharap
“jadi apa kau tidak berharap untuk menahan mentari
mengusirmu?”
“terkadang ada hal hal yang tak perlu diharapkan. Seperti kau
yang mengharapkan malam menghapus siang!
Dan ternyata malam hanya
mempersilahkan siang datang “
“Apa aku harus berhenti berharap?”
“tidak, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap!” bulan
kembali membisu
Seiring mentari yang datang dengan tawa lebarnya aku
tersadar.kulihat jam dinding yang cekikian menertawaiku yang terbuai waktu. Aku
bergegas sebisaku untuk memulai hari baru lagi. Cerita baru lagi
Ah mengapa mentari mengusir malam tenang..
Aku tersentak oleh harapan
MHM 5-15-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar