Rabu, 15 Mei 2013

AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..


AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..

aku terduduk dihalaman rumah yang cukup luas, ditemani secangkir kopi beberapa roti dan kertas bersama teman setianya pena. Menulis atau sekedar melamun biasa kulakukan, ayahku bilang aku harus mencoba tidur tapi kurasa malam tidak mengijinkan, jadi aku disini, sedikit melupakan masalahku disaat mentari masih berkuasa dilangit,mencoba memikirkan apa yang harus kulakukan untuk bisa berdamai dengan masa depan. Saat aku sedang asik berfantasi dengan segala harapanku aku dikejutkan oleh sebuah kalimat.

“Harapan itu adalah rasa sakit yang panjang” bulan tersenyum

“aku tidak terlalu berharap” aku membela diri

“sudahlah tidak perlu malu padaku”  bulan mendesak

“ kurasa banyak hal dalam hidup yang masih perlu diharapkan, kurasa terkadang ada harapan yang menguatkan” aku mendesah

“ayolah, bahkan langit berharap dapat menginjak bumi, Bahkan mentari berharap dapat menolak senja” harapan didukung kesetiaan untuk menunggu.. hanya menunggu.. tak berbuat, tak melakukan, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap

“jadi apa kau tidak berharap untuk menahan mentari mengusirmu?”

“terkadang ada hal hal yang tak perlu diharapkan. Seperti kau yang mengharapkan malam menghapus siang! 
Dan ternyata malam hanya mempersilahkan siang datang “

“Apa aku harus berhenti berharap?”

“tidak, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap!” bulan kembali membisu

Seiring mentari yang datang dengan tawa lebarnya aku tersadar.kulihat jam dinding yang cekikian menertawaiku yang terbuai waktu. Aku bergegas sebisaku untuk memulai hari baru lagi. Cerita baru lagi


Ah mengapa mentari mengusir malam tenang..
Aku tersentak oleh harapan

MHM 5-15-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar