Awan Hitam
jangan buat malam jadi kelam..
Aku terbangun seperti biasa
karena malam mungkin merindu jika aku tak ada. Jadi aku kembali duduk ditempat duduk yang
langsung menghadap layar besar tuhan yaitu langit. Dahiku mengkerut.. malam ini
berbeda langit tampak polos.. aku tak dapat menemukan senyum bulan ataupun
kerlingan bintang. Jadi aku hanya terduduk kecewa merenung.. menulis sajak yang
harusnya kudiskusikan dengan bulan jika
ia ada. Dan ketika aku mulai melirik lagi kelangit awan menatapku cukup dalam..
“Apa kau tak
suka aku disini?” awan mendelik
“Aku hanya
ingin bulan membantuku” banyak hal yang belum kumengerti didunia ini dan aku
hanya punya sedikit waktu untuk mencoba mengerti”
“Seperti
Mengapa awan hitam menutup sinar bulan?” mengapa awan hitam buat malam jadi kelam?”
Dengar.. Selama
masih ada cahaya disitu juga akan ada bayangan.. kau dapat merasakan apa arti
bahagia karena kau sudah mengerti bagaimana konsep derita atau perih luka”
“Kenapa kau
harus menutup bulan? Kenapa kau tidak berbagi tempat saja dengannya?”
“Langit
tidak seluas yang kau lihat” tak ada tempat bagi yang kalah
“Apa kau
masih berharap aku pergi?”
“Aku tidak
suka malam menjadi kelam”
“Tak akan
ada cahaya jika tidak diawali kegelapan” awan menatap tajam
Apa yang
baik dari kekelaman?”
“Saat hati
kelam dia akan menjadi lebih kuat”
Beri aku
satu contoh”
Saat kau
mengalami perpisahan yang paling memilukan kau akan mencoba mengerti untuk apa
sebuah pertemuan, untuk kenangan, dan saat kau sudah mengerti untuk apa
kenangan diciptakan kau akan paham apa yang mengisi kehidupan..
“Jadi aku
harus menerima malam kelam?”
“Kau harus
menunggu cahaya terang” awan hitam
menghilang..
Dengan secercah
harapan mentari menyapu awan hitam.. habis tak berbekas..
Aku tersenyum
kepada mentari, lalu melirik tetes embun
Kegelapan
punya banyak pembelajaran..
ku coba
bersahabat dengan gelap..
MHM
24-05-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar