Jumat, 24 Mei 2013

Awan Hitam jangan buat malam jadi kelam..

Awan Hitam jangan buat malam jadi kelam..

                Aku terbangun seperti biasa karena malam mungkin merindu jika aku tak ada.  Jadi aku kembali duduk ditempat duduk yang langsung menghadap layar besar tuhan yaitu langit. Dahiku mengkerut.. malam ini berbeda langit tampak polos.. aku tak dapat menemukan senyum bulan ataupun kerlingan bintang. Jadi aku hanya terduduk kecewa merenung.. menulis sajak yang harusnya  kudiskusikan dengan bulan jika ia ada. Dan ketika aku mulai melirik lagi kelangit awan menatapku cukup dalam..

“Apa kau tak suka aku disini?”  awan mendelik

“Aku hanya ingin bulan membantuku” banyak hal yang belum kumengerti didunia ini dan aku hanya punya sedikit waktu untuk mencoba mengerti”

“Seperti Mengapa awan hitam menutup sinar bulan?” mengapa awan hitam  buat malam jadi kelam?”
Dengar.. Selama masih ada cahaya disitu juga akan ada bayangan.. kau dapat merasakan apa arti bahagia karena kau sudah mengerti bagaimana konsep derita atau perih luka”

“Kenapa kau harus menutup bulan? Kenapa kau tidak berbagi tempat saja dengannya?”

“Langit tidak seluas yang kau lihat” tak ada tempat bagi yang kalah
“Apa kau masih berharap aku pergi?”

“Aku tidak suka malam menjadi kelam”

“Tak akan ada cahaya jika tidak diawali kegelapan” awan menatap tajam

Apa yang baik dari kekelaman?”

“Saat hati kelam dia akan menjadi lebih kuat”

Beri aku satu contoh”

Saat kau mengalami perpisahan yang paling memilukan kau akan mencoba mengerti untuk apa sebuah pertemuan, untuk kenangan, dan saat kau sudah mengerti untuk apa kenangan diciptakan kau akan paham apa yang mengisi kehidupan..

“Jadi aku harus menerima malam kelam?”

“Kau harus menunggu cahaya terang”  awan hitam menghilang..

Dengan secercah harapan mentari menyapu awan hitam.. habis tak berbekas..
Aku tersenyum kepada mentari, lalu melirik tetes embun
Kegelapan punya banyak pembelajaran..

ku coba bersahabat dengan gelap..


MHM 24-05-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar