Senin, 17 Juni 2013

Duka yang Dibawa gagak hitam

Ia meringis.."aku bahkan tak lagi sanggup menangis"

sedetik kemudian ia megeluh.."kenapa gagak itu terlalu riuh?"

Langit tersedu sedan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menumpahkan tangisannya malam ini..malam mencekam ini..

aku menghampirinya.. orang yang terlihat cukup tegar tapi hatinya mudah menggelepar..terlempar.. jauh diatas gunung yang kekar

malam ini ia telah pergi..
jauh
sangat jauh

ya jauh..
tapi bukankah kita harus menaikkan sauh?
kapal tetap harus berlabuh

tidak tanpanya..
aku tak mampu hidup tanpa arah darinya..

lalu bagaimana selama kau belum bertemu dirinya..

ah tutup mulutmu.. kau tak tau apa apa tentang duka yang dibawa gagak itu..

ya kau benar.. aku tak tau..

aku melangkah lalu berpindah duduk disebelah orang tua yang seharusnya paling terbenam duka.. aku menatapnya.. ia tersenyum..

batinku tersentak jenis senyum macam apa ini?
apa artinya senyum itu?

itu senyum kelabu.. kabut api duka yang menyulut..bulan memberi aku jawabnya

ketika aku hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan orang tua itu menatapku.. dalam..   walau matanya tak tajam..

pada akhirnya air akan selalu mengalir ke hilir kan ..

tapi apa duka itu tak terbenam dalam?

tentang itu sayang.. bahkan rembulan tak punya cukup air mata untuk duka ini..

aku terdiam tak mengerti.. tapi aku tau ia sudah punya cukup garam kehidupan untuk membuat asin seluruh lautan

Ia tersenyum lagi melihatku yang kebingungan lalu bersajak

aku merengkuh memaki gagak yang angkuh
aku mengeluh memelas pada takdir yang telah mengangkat sauh

tapi kau harus tau sayang
aku tak mau terkekang oleh duka yang mengembang
aku tak mau berpengangan pada perih yang mengambang

biar aku tenggelam
dalam belaian lembut kenangan yang dibawa malam

kau tau sayang..
perpisahan memang membawa duka.. menyayat luka.. menghantam derita..
tapi kau harus mengerti dunia memang hanya panggung sandiwara..

jadi apa aku harus tersenyum ketika mengahadapi perpisahan yang menusuk bak jarum?

ah tidak sayang..
tidak...bukan itu seninya..
Kau hanya tidak boleh meringis nangis

MHM-17-06-2013






Tidak ada komentar:

Posting Komentar