Jumat, 14 Juni 2013

balas sajak

awan kelam dan petir menyambar nyambar didinginnya  tetes hujan.. aku tak tau dimana rembulan jadi aku berbalas sajak dengan temanku

Ternyata aku terlalu terjatuh kedalam eratan bayanganmu

dan aku terperosok dalam sebuah sosok? jalan berkelok? atau ayam tak akan lagi kudengar berkokok?

bacalah karyaku, maka kau akan tahu, betapa mengharapnya aku, untuk hatimu

pahamilah sajakku maka kau akan mengerti daku.. betapa hatiku telah.. telah lenyap dalam seberkas sinar matamu

mungkin kau takkan mengerti, tapi kan ku tarik jiwamu untuk memahami, isi hati yang selalu tertulis namamu

dan kucoba mengukir diatas prasasti yang kikir atau akan kutulis dipasir walau ombak akan dengan tanpa enggan melalapnya

tiada waktu yang bahagia, kecuali engkau dengan rela menanyakkan keadaanku, seolah kau memperhatikan jejakku

waktu.. seperti ombak yang hanya menyapu.. berlalu? seiring langkah kau selalu bertanya arah tapi daku? aku Lelah

ku coba berkaca pada jejak yang ada, ternyata ku sudah tertinggal dalam cintanya, bahkan jauh tertinggal

dan aku cukup jauh untuk menarik sauh..atau tak tergetar tuk lari mengejar karena sayang.cintamu telah cukup terbenam..dalam

embun pagi membasahi jiwaku yang sedang kehampaan, kini hanya suatu ungkapan rasa kecintaan, untuk mengejarmu yang tak terdengar

kenapa suara suara cinta itu tak menerpa? apa karena hati adalah ruang hampa? atau kalbu memang masih meragu?

sesaat rembulan itu merayu, jangan burung burung berbisik, jantungkupun berhenti berdetak untuk beberapa letak

lalu mentari mengusik.. panasnya sungguh terik lantas ketika ia melirik apa harus duhai hati engkau mendelik?

musiknya bermain dengan indah, seperti wajahmu yang indah, dan elok tak terbayang

nadanya terdengar syahdu.. seperti senyummu yang kuasai batinku..lumpuhkan ragaku

hanyut di alam lepas, dan gembira di saat wakttu mulai terbiasa

lalu terhempas dalam palung tak berbatas.. dan terluka disaat waktu mulai berkata

tatap matamu, menghancurkan khusyukku, dan memainkan batinku

gerak gemulai ragamu.. menelanjangi wibawaku.. mencairkan dinginku

menghasut gelora cinta yang tak ada tujuannya

yang tak terukur dalamnya.. dan mengapa oh rembulan hatinya tak kunjung kudapatkan?

karena begitu sulit ia di raih, dan begitu rumit tuk di cintai

ah sandi mana yang tak terpecahkan.. rumus mana yang tak terkerjakan

hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja

hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja

lalu bagaimana memecahkan sandi hati agar dikau mengerti?

cukup kau pandangi ia, dan kau resapi setiap makna yang ia beri

apa ketika ia kau pandangi pintu hatinya akan terbuka sendiri? perlukah ia sebuah linggis?



angin terlalu menunjukkan egonya malam ini maka aku masuk kedalam peluk hangat rumah

MHM-ABP 14-06-2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar