Malam...
dikata engkau kelam..
sampai mentari mengucap salam..
Pagi..
dalam angkuh dingin sepi
sampai datang hangat mentari
senja..
pada indah garis merah jingga
sampai mentari menutup mata
Dan pada keagungan waktulah aku meragu
atau merengkuh karena duri rindu..
engkau dikata purnama
ah tidak sayang malamku masih gelap gulita
engkau dikata mentari
ah mengapa pagi masih dingin sepi?
engkau dikata permata
tapi aku masih belum kaya
engkau dikata mawar..
benar sayang tapi durimu terlampau tajam
lalu engkau dikata racun..
aku bisa cari penawarnya..
dan engkau dikata belati
aku meragu untuk menghindari
ah engkau terlampau tajam untuk mengoyak janji
tapi sayang pada keraguan terhadap cinta
atau duri yang bawa kata setia
rindu tak dapat kucerna
karena walau sayang belum terucap
aku tau ia telah menancap
tapi sayang aku ingin mencabutnya.
mengapa?
karena hanya akan buat derita
dan pada ketegasan janji
aku berlutut menghinakan diri
MHM-02-07-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar