Senin, 01 Juli 2013

kata maaf sang benalu

sore ini terlampau nyaman hingga badanku menolak diajak bersusah payah maka aku hanya duduk diserambi depan teras rumah teman ayahku tepat didepan sungai dikampung terpencil.. aku duduk tepat disebelah ayahku yang sedang berbicara dengan orang orang kampung dengan bahasa yang sama sekali tidak dapat kumengerti maka kuputuskan berpaling melihat sebuah benalu yang tumbuh dibatang sebuah pohon yang sedang bersusah payah mempertahankan hidupnya.. aku tersenyum simpul menatap sang benalu yang subur ditengah rusaknya sang pohon

sang benalu menyentak..

kau pikir aku tak berguna kan? tak tau diri kan?

ah tidak aku hanya kasihan pada sang pohon

begini jangan kau pikir aku makhluk sadis yang tak mengiba.. aku punya jalan sendiri dan memang ditakdirkan untuk jadi "sang benalu"

lalu apa pohon itu juga ditakdirkan untuk jadi "tempaat bagi sang benalu"

ah bukan maksudku begitu.. aku tak tau apa apa masalah itu .. itu urusan tuhan

apa kau tak merasa bersalah?

ah nak.. walau begitu apa arti kata maaf yang kuucapkan setelah aku memaksa pohon itu mati untukku?

hanya maaf benalu.. hanya maaf.. hanya untuk menunjukkan rasa simpatimu..

nak.. kurasa kau masih perlu banyak belajar.. kata maaf sang benalu kepada inangnya adalah kepalsuan sesungguhnya.. dan sudah terlalu banyak kepalsuan didunia ini

terlalu banyak?

sebanyak senyum palsu orang orang yang menggenggam belati dipunggungnya..

bagaimana kau tau itu semua palsu?

kau akan tau nak.. akan tau.. karena ketulusan dapat dirasakan..

apa pohon tak pernah menyampaikan keluhan?

tentang itu nak.. tanya saja pada sang pohon..

senja telah tiba mengantar garis merah jingga yang indahnya tak berbatas.. walau hanya sementara.. ayah bersiap mengajak aku pulang

MHM-02-07-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar