Jumat, 24 Mei 2013

Sajak Pujangga

Aku terdiam..
Bulan membisu..
Bintang sedikit membisik..
Tapi dunia ini terlalu berisik

Aku termenung
Awan melirik
Matahari menatap sendu
Coba artikan hidup untukku

Angin buai berita
Bahwa semua cerita
Berawal dari manis derai pertemuan
Berakhir dengan pahit kata perpisahan

Bukan aku mencoba melawan arus cerita
Atau bersaing dengan terik pahit cinta
tapi hidup bukan sajak belaka
atau hanya merangkai kata

Dan saat aku terlalu jauh berlari
Kuputuskan berhenti
Biar air mengalir
Biar angin berhembus semilir


MHM

Mawar Biru

Saat mata saling beradu
Didunia ini rasa hanya tinggal Satu
Tinggal rayu atau diam semu
Tinggal rasa yang buatmu lupa ibu

Saat orang ceritakan indahnya cinta
Engkau lunglai tak berdaya
Jauh samudera tinggal sejengkal saja
Tinggi langit bak diatas kepala

Kala kau terpana matanya
Kau mulai coba artikan cinta
Tentang apa sebenarnya ia
Apa seindah yang orang kata?

Kala ragam mawar hanya bak belukar
Tatapmu buatku tak lagi kekar

Saat kita saling bisu
Mawarpun jadi biru
Matamu buat ragaku beku

Saat kau dengar sadisnya cinta
Kau tak akan menyangka
Sekejam apa ia
Saat ia menusuk membelah dada

Dan apapun itu
Apapun cinta itu
Kurasa sanggup buat mentari malu
Atau bahkan buat bulan tersenyum sendu

MHM

Rabu, 15 Mei 2013

AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..


AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..

aku terduduk dihalaman rumah yang cukup luas, ditemani secangkir kopi beberapa roti dan kertas bersama teman setianya pena. Menulis atau sekedar melamun biasa kulakukan, ayahku bilang aku harus mencoba tidur tapi kurasa malam tidak mengijinkan, jadi aku disini, sedikit melupakan masalahku disaat mentari masih berkuasa dilangit,mencoba memikirkan apa yang harus kulakukan untuk bisa berdamai dengan masa depan. Saat aku sedang asik berfantasi dengan segala harapanku aku dikejutkan oleh sebuah kalimat.

“Harapan itu adalah rasa sakit yang panjang” bulan tersenyum

“aku tidak terlalu berharap” aku membela diri

“sudahlah tidak perlu malu padaku”  bulan mendesak

“ kurasa banyak hal dalam hidup yang masih perlu diharapkan, kurasa terkadang ada harapan yang menguatkan” aku mendesah

“ayolah, bahkan langit berharap dapat menginjak bumi, Bahkan mentari berharap dapat menolak senja” harapan didukung kesetiaan untuk menunggu.. hanya menunggu.. tak berbuat, tak melakukan, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap

“jadi apa kau tidak berharap untuk menahan mentari mengusirmu?”

“terkadang ada hal hal yang tak perlu diharapkan. Seperti kau yang mengharapkan malam menghapus siang! 
Dan ternyata malam hanya mempersilahkan siang datang “

“Apa aku harus berhenti berharap?”

“tidak, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap!” bulan kembali membisu

Seiring mentari yang datang dengan tawa lebarnya aku tersadar.kulihat jam dinding yang cekikian menertawaiku yang terbuai waktu. Aku bergegas sebisaku untuk memulai hari baru lagi. Cerita baru lagi


Ah mengapa mentari mengusir malam tenang..
Aku tersentak oleh harapan

MHM 5-15-2013

Jumat, 08 Maret 2013

Syair Kematian


Hari ini aku telah melihat banyak kematian. Hal angkuh yang tak menghiraukan apapun tak mengindahkan kepentingan siapapun, dia hanya datang dalam dinginnya dan ketika kau berkedip dia meninggalkan kekakuan dalam seonggok jasad, ya saat itu kau rasakan perihnya saat dia merenggut dan membuat jurang pemisah diantara kalian , saat itu saat kau baringkan ia lalu kalian mengelilinginya, aku suka saat itu , saat semua mata tulus tanpa kepura puraan saat semua cinta murni tanpa rakayasa,
          dan saat kulihat dia yang disudut sana hanya diam tanpa air mata, aku hanya menatap matanya , mentap tajam, tapi aku masih tidak tahu mengapa, lalu saat kudengar lantunan ayat ayat itu dari mulutnya yang bergetar aku langsung tersadar bahwa ia, hatinya sedang berpisah dalam ruang, lalu datang ia dengan hiruk pikuk dan jeritan tangis yang cukup menyatakan bahwa ia hancur, maka semua larut dalam tangis tapi  aku masih terlalu tegar untuk itu maka aku memutuskan keluar, saat itu langit malam Nampak merah aku hanya memandangnya hingga pagi,
dan saat matahari menyapaku datang bersama mereka yang katanya juga turut berduka cita, maka aku hanya melihat lalu tersnyum aku masih mersakan ketulusan dan kepedulian,hingga matahari naik keatas kepalaku lalu dengan pidato singkat yang menyatakan kebaikan ia yang telah terbalut kafan kami pun berangkat dengan jerit dan tangis yang mengiringi,
aku suka saat mereka bersaksi saat selesai solat, apa jenazah ini baik? “BAIK” semua menyahut walau aku bisa melihat ada hanya baik tanpa arti atau ketulusan, setelah itu ending favorite ku ending dari semua ending didunia ini akhir dari semua cerita, “KUBUR” aku memberi salam sebelum masuk ke deretan nisan yang bisu yang masih membuat aku, ragaku bergetar saat melihatnya bahwa aku mempertanyakan kesiapanku siapkah aku jika aku dimintai pertanggung jawabanku?, siapkah aku akan segala urusanku didunia ini?,
maka aku melangkah dengan kaku membawa nya ke lubang yang berukuran lebar  kurang dari 2 meter saat aku melihatnya aku masih bergetar saat tangan tangan itu mengantarkannya lalu saat itu ada seseorang yang datang, seorang dari rahimnya yang berjarak ribuan mill darinya, sekarang datang hampir terlambat sesaat sebelum kubur ditutup dia masih sempat melihat wajah dia yang dulu mendidiknya hingga seprti sekarang dia yang rela kehilangan nyawa untuknya,
aku tepat didepannya untuk melihat sorot matanya ketika dia melihat jasad ibunya telah tergeletak didalam lubang yang mereka bilang liang lahat, sorot matanya cukup mengartikan penyesalan dan kehilangan, dia hanya diam lalu duduk disebelahku dibadan nisan yang kutak tahu siapa didalamnya lalu doa pun dikumandangkan untuk mengantarkan nya kealam yang lain,
lalu kami pulang sementara aku hanya diam ketika dia yang duduk disebelahku juga diam hanya sedetik kemudian aku mendengar deru nafas dan suara yang bergetar lalu dia bangkit dan berjalan linglung kearah makam dia duduk tepat didepan makam itu dia memandang nisan itu dengan tatapan penuh arti tapi aku belum mampu mengartikannya, kurasakan tatapan itu dalam lebih dalam dari tatapan siapapun didunia ini kepadaku, kurasakan itu seperti limpahan seluruh isi hatinya, dia hanya diam kemudian bangkit lalu pergi, aku mengikutinya dari belakang, sampai sore itu kami pulang, aku masih mengingat sebuah kata kata  dari orang tua berumur 84 tahun
“TELAH SAMPAI PERJANJIAN ITU PADANYA MAU DIAPAKAN LAGI?”
Sebuah kata yang aku tak cukup tegar untuknya,               

MHM, 07-03-13

Jumat, 28 Desember 2012

Ibu

Ibu
Jauh Dulu saat aku tak mampu
Tak mampu lakukan sesuatu
Jauh dalam
Ketika aku dalam kelam
Kau ajarkan aku kerasnya hidup
Rasakan aku tingginya mimpi
Ibu
Saat tubuhmu renta
Tak ada nada ronta
Saat ragamu lesu
Kau hanya membisu
Tak ada keluh kesah darimu
Ibu
Saatku rasakan manisnya perjuangan
Engkau hanya melambaikan tangan
Tak ada yang kau katakan
Hanya Bangga yang kau luapkan
Ibu Saat kau berbaring Nanti
Baru kurasakan Cintamu yang suci
Sayang mu yang tak pergi
Tinggalkan aku disini
Tuhan Saat Dia Menghadapmu
Aku Memelas Ampunan
Dan Kasihmu
Jika Ia Berlumur Dosa
Sucikan Ia Dengan Pahalanya
Jika Ia Bermandikan Salah
Mohon Hitung sebagai khilafnya
Tuhan Jika Aku Kaupisahkan Darinya
Hanya satu pintaku
Jaga ia
Jangan kau Siksa
Ibu
Aku Hanya Mampu Bersajak
Bukan berlisan Dengan lidahku
Seperti yg kulakukan dengan gadisku
Ibu
Aku Hanya Mampu menulis Bait
Tak Sanggup Cintamu Kujahit
Karena Terlalu Sakit
Ibu
Walau Aku Bisa Meraih bintang
Walau Dunia bisa kuPegang
Semua Itu Hanya Sampah
Tak Sebanding Dengan Darah
Dan Sumpah
Tuk Buatku Berdiri
Di kerasnya ombak hidup..

Rabu, 26 Desember 2012

Ayah

Bulan malam hanya membisu
Ceritakan aku letihnya ragamu
Beritahuku bahwa kau lesu
Mentari pagi menghantam
Ceritakan aku kulitmu yang legam
Beritahuku kau pernah rasakan kelam
Ayah
Nafasmu beri aku arti
Dorong aku tuk raih puncak tertinggi
Tatapmu dalam
Menusuk, telanjangi fikirku
Menopangku dalam kaku
Ayah
Jikaku terbuai nafsu
Terucap katamu
luruskan niatku
Jikaku Salah artikan hidup
Kau ajarkan aku jangan redup
Jika aku mulai lelah
Kau suruh aku jangan menyerah
Ayah
Nanti kala kakiku berpijak dibintang
Tak ada nada lantang
Hanya senyummu yang tak lekang
Sayangmu tak pernah hilang.

Kamis, 22 November 2012

Arti

Sorot Lampu Malam
Masih terlalu padam
Untuk hati yang kelam

Hujan rintik
Hanya menggelitik
Tak mampu hitung Detik

Gemuruh petir
Hanya pahit getir
Dalam hidup kikir

Panas Mentari
Tak dapat bakar sepi
Sepi hati

Aku disini
Merenung sendiri
Hidup memang berdurasi
Tapi tak tau kapan berarti


Arti
Apa hidupku berarti?
Berlari mengejar Mimpi
Bersama orang yang kucintai
Berdiri di puncak tertinggi
Bersyukur pada yang Maha Tinggi
Memeluk bumi
Arti...