Minggu, 02 Juni 2013

hingga daku menggenggam bintang

hingga aku menggenggam bintang..

Malam sudah larut aku masih berusaha melunakkan ilmu yang akan kujejalkan kekepalaku. mungkin aku satu satunya orang yang masih terjaga malam ini dirumahku, untuk apa?. untuk apa belajar terlalu keras? untuk apa mendapat nilai bagus diselembar kertas?. pertanyaan bodoh yang harus kujawab dengan tegas.
masa depanku tidak ditentukan oleh selembar kertas hasil ujian"-- Thomas edison. kata kata yang dipegang seorang pemalas. kau tau teman kapan thomas edison mengatakan kata kata seperti itu? ya dia mengatakan kata kata seperti itu saat  dia telah berada di puncak yang tinggi. jadi apa kau tau kau akan bersahabat dengan masa depanmu? apa kau tau selembar kertas itu tak akan membantumu?

kau harus berlayar untuk mencapai tanah seberang.
kau harus menyelam untuk taklukkan laut dalam
kau harus mendaki tuk capai puncak tertinggi

jadi aku harus melakukan yang terbaik disetiap kesempatan yang kumiliki

aku harus melewati padang pasir yang tandus
atau menapaki gunung tinggi tanpa rasa haus

aku mungkin akan menolak purnama bulan
atau melawan mentari demi sebuah khayalan

aku tak boleh mengaku kalah pada dinginnya air malam
atau dipaksa tunduk oleh detik yang suram

bahkan aku tak boleh lalai oleh rayu mawar
atau mati karena ditikam manja yang kekar

karena aku tak mau ditertawakan bulan
karena daku ingin menggapai segala harapan

aku tak akan berhenti berlari
hingga sentuh puncak tertinggi

Hidup akan kutantang
Hingga daku menggenggam Bintang


MHM 2-06-2013

Rabu, 29 Mei 2013

bahkan cinta dapat buat mawar jadi biru

Ehm  bahkan cinta dapat buat mawar jadi biru

Aku berjalan lunglai ditengah taman bunga ditempat asal ayahku.. ya kampung halaman yang terpelosok masuk ke pedalaman. Hari ini begitu panas jadi aku berteduh dibawah sebuah pohon yang kata ayahku lebih tua dari umur Indonesia. Aku melamun tentang banyak hal dan entah kenapa ketika melihat bunga bunga nan indah dihadapanku aku dibuai oleh lamunan tentang seorang gadis yang matanya memberi aku sinar kebahagiaan, sebuah mawar merah cekikikan disampingku

“Ciee yang terbuai cinta”

Ah tidak aku hanya mengaguminya” pipiku memerah

jangan mengelak dari perasaaan itu akan menimbulkan penderitaan”

dia cantik sungguh cantik senyumnya membuat lututku lemas”

kau mencintainya?

Aku belum dapat mengerti arti cinta”

Ayolah kau menghabiskan waktu cukup banyak hanya untuk memikirkannya” mawar menggoda

Apa itu yang disebut cinta?”

Ha ha ha coba Tanya hatimu?”

Aku belum mengerti apa apa tentang cinta”

Memang kau tak akan pernah mengerti tentang cinta jadi cukup pahami dan rasakan cinta itu”

Apa arti cinta menurutmu?”

Cinta itu ketika kau mampu dan mau memperjuangkan, mempertahankan , dan bahkan mengorbankan dirimu untuknya”

Beri aku sajak tentang cinta!”

Kau dapat menyelami laut terdalam
Kau dapat mencapai puncak tertinggi
Bahkan kau dapat berjalan diatas bara api
Hanya karena dicambuk dan dimabuk Cinta”

Apa aku sudah pantas merasakan dan memahami cinta?”

Bahkan tuhan mengusir dua orang pertama dimuka bumi ini dari surga dengan menanggung rasa cinta”

Abii” mama memanggilku dari jauh dengan membawa beberapa mawar yang sudah dirangkai ditangannya aku melirik kemawar disampingku yang sudah membisu lalu tersenyum. Aku menghampiri mamaku menatap matanya yang berwarna orange itu sejenak mata yang teduh dan menyejukkan lalu aku sadar

Aku, Muhammad Hasby Murtaza Daulay telah mengerti Cinta


MHM 29-05-2013

Jumat, 24 Mei 2013

Awan Hitam jangan buat malam jadi kelam..

Awan Hitam jangan buat malam jadi kelam..

                Aku terbangun seperti biasa karena malam mungkin merindu jika aku tak ada.  Jadi aku kembali duduk ditempat duduk yang langsung menghadap layar besar tuhan yaitu langit. Dahiku mengkerut.. malam ini berbeda langit tampak polos.. aku tak dapat menemukan senyum bulan ataupun kerlingan bintang. Jadi aku hanya terduduk kecewa merenung.. menulis sajak yang harusnya  kudiskusikan dengan bulan jika ia ada. Dan ketika aku mulai melirik lagi kelangit awan menatapku cukup dalam..

“Apa kau tak suka aku disini?”  awan mendelik

“Aku hanya ingin bulan membantuku” banyak hal yang belum kumengerti didunia ini dan aku hanya punya sedikit waktu untuk mencoba mengerti”

“Seperti Mengapa awan hitam menutup sinar bulan?” mengapa awan hitam  buat malam jadi kelam?”
Dengar.. Selama masih ada cahaya disitu juga akan ada bayangan.. kau dapat merasakan apa arti bahagia karena kau sudah mengerti bagaimana konsep derita atau perih luka”

“Kenapa kau harus menutup bulan? Kenapa kau tidak berbagi tempat saja dengannya?”

“Langit tidak seluas yang kau lihat” tak ada tempat bagi yang kalah
“Apa kau masih berharap aku pergi?”

“Aku tidak suka malam menjadi kelam”

“Tak akan ada cahaya jika tidak diawali kegelapan” awan menatap tajam

Apa yang baik dari kekelaman?”

“Saat hati kelam dia akan menjadi lebih kuat”

Beri aku satu contoh”

Saat kau mengalami perpisahan yang paling memilukan kau akan mencoba mengerti untuk apa sebuah pertemuan, untuk kenangan, dan saat kau sudah mengerti untuk apa kenangan diciptakan kau akan paham apa yang mengisi kehidupan..

“Jadi aku harus menerima malam kelam?”

“Kau harus menunggu cahaya terang”  awan hitam menghilang..

Dengan secercah harapan mentari menyapu awan hitam.. habis tak berbekas..
Aku tersenyum kepada mentari, lalu melirik tetes embun
Kegelapan punya banyak pembelajaran..

ku coba bersahabat dengan gelap..


MHM 24-05-2013

Sajak Pujangga

Aku terdiam..
Bulan membisu..
Bintang sedikit membisik..
Tapi dunia ini terlalu berisik

Aku termenung
Awan melirik
Matahari menatap sendu
Coba artikan hidup untukku

Angin buai berita
Bahwa semua cerita
Berawal dari manis derai pertemuan
Berakhir dengan pahit kata perpisahan

Bukan aku mencoba melawan arus cerita
Atau bersaing dengan terik pahit cinta
tapi hidup bukan sajak belaka
atau hanya merangkai kata

Dan saat aku terlalu jauh berlari
Kuputuskan berhenti
Biar air mengalir
Biar angin berhembus semilir


MHM

Mawar Biru

Saat mata saling beradu
Didunia ini rasa hanya tinggal Satu
Tinggal rayu atau diam semu
Tinggal rasa yang buatmu lupa ibu

Saat orang ceritakan indahnya cinta
Engkau lunglai tak berdaya
Jauh samudera tinggal sejengkal saja
Tinggi langit bak diatas kepala

Kala kau terpana matanya
Kau mulai coba artikan cinta
Tentang apa sebenarnya ia
Apa seindah yang orang kata?

Kala ragam mawar hanya bak belukar
Tatapmu buatku tak lagi kekar

Saat kita saling bisu
Mawarpun jadi biru
Matamu buat ragaku beku

Saat kau dengar sadisnya cinta
Kau tak akan menyangka
Sekejam apa ia
Saat ia menusuk membelah dada

Dan apapun itu
Apapun cinta itu
Kurasa sanggup buat mentari malu
Atau bahkan buat bulan tersenyum sendu

MHM

Rabu, 15 Mei 2013

AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..


AH MENGAPA MENTARI MENGUSIR MALAM TENANG..

aku terduduk dihalaman rumah yang cukup luas, ditemani secangkir kopi beberapa roti dan kertas bersama teman setianya pena. Menulis atau sekedar melamun biasa kulakukan, ayahku bilang aku harus mencoba tidur tapi kurasa malam tidak mengijinkan, jadi aku disini, sedikit melupakan masalahku disaat mentari masih berkuasa dilangit,mencoba memikirkan apa yang harus kulakukan untuk bisa berdamai dengan masa depan. Saat aku sedang asik berfantasi dengan segala harapanku aku dikejutkan oleh sebuah kalimat.

“Harapan itu adalah rasa sakit yang panjang” bulan tersenyum

“aku tidak terlalu berharap” aku membela diri

“sudahlah tidak perlu malu padaku”  bulan mendesak

“ kurasa banyak hal dalam hidup yang masih perlu diharapkan, kurasa terkadang ada harapan yang menguatkan” aku mendesah

“ayolah, bahkan langit berharap dapat menginjak bumi, Bahkan mentari berharap dapat menolak senja” harapan didukung kesetiaan untuk menunggu.. hanya menunggu.. tak berbuat, tak melakukan, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap

“jadi apa kau tidak berharap untuk menahan mentari mengusirmu?”

“terkadang ada hal hal yang tak perlu diharapkan. Seperti kau yang mengharapkan malam menghapus siang! 
Dan ternyata malam hanya mempersilahkan siang datang “

“Apa aku harus berhenti berharap?”

“tidak, kau harus berhenti menjadi seorang pengharap!” bulan kembali membisu

Seiring mentari yang datang dengan tawa lebarnya aku tersadar.kulihat jam dinding yang cekikian menertawaiku yang terbuai waktu. Aku bergegas sebisaku untuk memulai hari baru lagi. Cerita baru lagi


Ah mengapa mentari mengusir malam tenang..
Aku tersentak oleh harapan

MHM 5-15-2013

Jumat, 08 Maret 2013

Syair Kematian


Hari ini aku telah melihat banyak kematian. Hal angkuh yang tak menghiraukan apapun tak mengindahkan kepentingan siapapun, dia hanya datang dalam dinginnya dan ketika kau berkedip dia meninggalkan kekakuan dalam seonggok jasad, ya saat itu kau rasakan perihnya saat dia merenggut dan membuat jurang pemisah diantara kalian , saat itu saat kau baringkan ia lalu kalian mengelilinginya, aku suka saat itu , saat semua mata tulus tanpa kepura puraan saat semua cinta murni tanpa rakayasa,
          dan saat kulihat dia yang disudut sana hanya diam tanpa air mata, aku hanya menatap matanya , mentap tajam, tapi aku masih tidak tahu mengapa, lalu saat kudengar lantunan ayat ayat itu dari mulutnya yang bergetar aku langsung tersadar bahwa ia, hatinya sedang berpisah dalam ruang, lalu datang ia dengan hiruk pikuk dan jeritan tangis yang cukup menyatakan bahwa ia hancur, maka semua larut dalam tangis tapi  aku masih terlalu tegar untuk itu maka aku memutuskan keluar, saat itu langit malam Nampak merah aku hanya memandangnya hingga pagi,
dan saat matahari menyapaku datang bersama mereka yang katanya juga turut berduka cita, maka aku hanya melihat lalu tersnyum aku masih mersakan ketulusan dan kepedulian,hingga matahari naik keatas kepalaku lalu dengan pidato singkat yang menyatakan kebaikan ia yang telah terbalut kafan kami pun berangkat dengan jerit dan tangis yang mengiringi,
aku suka saat mereka bersaksi saat selesai solat, apa jenazah ini baik? “BAIK” semua menyahut walau aku bisa melihat ada hanya baik tanpa arti atau ketulusan, setelah itu ending favorite ku ending dari semua ending didunia ini akhir dari semua cerita, “KUBUR” aku memberi salam sebelum masuk ke deretan nisan yang bisu yang masih membuat aku, ragaku bergetar saat melihatnya bahwa aku mempertanyakan kesiapanku siapkah aku jika aku dimintai pertanggung jawabanku?, siapkah aku akan segala urusanku didunia ini?,
maka aku melangkah dengan kaku membawa nya ke lubang yang berukuran lebar  kurang dari 2 meter saat aku melihatnya aku masih bergetar saat tangan tangan itu mengantarkannya lalu saat itu ada seseorang yang datang, seorang dari rahimnya yang berjarak ribuan mill darinya, sekarang datang hampir terlambat sesaat sebelum kubur ditutup dia masih sempat melihat wajah dia yang dulu mendidiknya hingga seprti sekarang dia yang rela kehilangan nyawa untuknya,
aku tepat didepannya untuk melihat sorot matanya ketika dia melihat jasad ibunya telah tergeletak didalam lubang yang mereka bilang liang lahat, sorot matanya cukup mengartikan penyesalan dan kehilangan, dia hanya diam lalu duduk disebelahku dibadan nisan yang kutak tahu siapa didalamnya lalu doa pun dikumandangkan untuk mengantarkan nya kealam yang lain,
lalu kami pulang sementara aku hanya diam ketika dia yang duduk disebelahku juga diam hanya sedetik kemudian aku mendengar deru nafas dan suara yang bergetar lalu dia bangkit dan berjalan linglung kearah makam dia duduk tepat didepan makam itu dia memandang nisan itu dengan tatapan penuh arti tapi aku belum mampu mengartikannya, kurasakan tatapan itu dalam lebih dalam dari tatapan siapapun didunia ini kepadaku, kurasakan itu seperti limpahan seluruh isi hatinya, dia hanya diam kemudian bangkit lalu pergi, aku mengikutinya dari belakang, sampai sore itu kami pulang, aku masih mengingat sebuah kata kata  dari orang tua berumur 84 tahun
“TELAH SAMPAI PERJANJIAN ITU PADANYA MAU DIAPAKAN LAGI?”
Sebuah kata yang aku tak cukup tegar untuknya,               

MHM, 07-03-13