aku melangkah..
harus melangkah
tapi kemanakah?
apa daku tau arah?
aku melaju
punya titik tempatku menuju
tapi dapatkah daku?
sedang aku tak mau memburu
kini sayang
hanya angan yang dapat buatku melayang
terbang..
bahkan ketika aku telah punya tekad
pada rayu ia kalah kuat
ketika aku mulai punya niat tuk memburu
pada nafsu ia melayu
namun ketika aku hanya diam
tekadku malah mendendam
sayang tak menggenggam
hanya bak pesiar yang karam
yang gemerlapnya ditelan laut dalam
terkadang ketika aku menanyakan arah
aku dikira tak tau tujuan melangkah
tidak sayang
tidak
aku tau kemana harus menuju
tapi tak tau jalan mana yang aku mampu
atau bisa saja jalan terbelah dua
dan aku mengharap harap tuhan beri cahaya
ah apa daya..
aku memang hanya peminta
MHM-27-08-2013
Selasa, 27 Agustus 2013
Senin, 26 Agustus 2013
A
A
memang kata harus dimulai begini adanya
sampai titik menggelitik beri tau tuk berhenti sedetik..
A
kata kata ini harus punya tema..
tak harus tentang cinta
mungkin tentang duka?
atau angan yang sia sia?
A
kau harus bawa kemana arah cerita
mengapa angan itu sia sia?
A
dimana latar cerita yang kau bawa..
dimana angan yang kau genggam mengembara
melayari setiap jengkal samudera
tapi apa?
sia sia
A
apa makna?
ketika waktu kau ludahi percuma
bak detik bisa kau atur saja
bagaimana?
sia sia
A
sampai dipenghujung cerita..
sarat akan kata kata menggema
tapi angan masih buat hatimu bergelora
mengapa?
karena kau hanya mau menggantung cita
tak perduli walau susah kau gapai asa
A
bagaimana akhir sebuah cerita?
tunggu saja
hingga tuhan menutup hidup
dengan titik yang buat cahaya meredup
A
Hidup Harus Punya Makna
MHM-26-08-2013
Rabu, 17 Juli 2013
APA KEPANTASANMU?
rapuh..
bagai ranting kering
yang biarkan daun terhembus jatuh..
aku berbanjir peluh..
keluh..
apa nikmat sudah kudapat penuh..
hina..
bagai bangkai yang ditolak pemakannya..
merana..
aku bergelimang harta..
dosa..
aku takut tenggelam didalamnya..
tak berarti
bagai debu yang dihembus angin pergi
merugi...
tersentak daku ketika batin menyalak..
apa kepantasanmu lalai dariNya?
dari dia yang beri kau hidup didunia..
apa kepantasanmu mendongakkan kepala?
dari dia yang maha sempurna..
apa kepantasanmu berbuat aniaya
sedang rabb mu menyayangi semuanya
tapi mengapa aku masih buta?
mengapa?
karena aku masih punya orang yang kucinta..
yang masih bisa kubagi cerita duka atau derai tawa
tapi bagaimana?
bagaimana?
jika mereka telah tiada..
bagaimana jika tuhan dengan tanpa ragu mengambilnya
apa aku boleh membentak
memaki dengan sisa sisa keangkuhanku?
sedang bunda memang miliknya?
sedang kita semua memang ia yang punya?
mentari memang baru terbit..
tapi apa aku tau kapan senja tiba?
kadang aku mengumpat..
pada nasib yang salah tempat.
tapi pantaskah daku?
sedang nikmat bahkan tak terhitung olehku?
lalu ketika aku berfikir kapan dijemput?
aku tak teringat bekalku yang hanya sejumput
lalu apa daya aku memelas ampun..
sedang dosa kubuat beruntun
ya rabb...
pada maaf yang kubawa diatas tanganku..
yang kuharap tak dihembus anginmu..
ya rabb..
pada sesal yang kubawa bersama air mataku..
kuharap tak kau anggap palsu
MHM-17-07-2013
bagai ranting kering
yang biarkan daun terhembus jatuh..
aku berbanjir peluh..
keluh..
apa nikmat sudah kudapat penuh..
hina..
bagai bangkai yang ditolak pemakannya..
merana..
aku bergelimang harta..
dosa..
aku takut tenggelam didalamnya..
tak berarti
bagai debu yang dihembus angin pergi
merugi...
tersentak daku ketika batin menyalak..
apa kepantasanmu lalai dariNya?
dari dia yang beri kau hidup didunia..
apa kepantasanmu mendongakkan kepala?
dari dia yang maha sempurna..
apa kepantasanmu berbuat aniaya
sedang rabb mu menyayangi semuanya
tapi mengapa aku masih buta?
mengapa?
karena aku masih punya orang yang kucinta..
yang masih bisa kubagi cerita duka atau derai tawa
tapi bagaimana?
bagaimana?
jika mereka telah tiada..
bagaimana jika tuhan dengan tanpa ragu mengambilnya
apa aku boleh membentak
memaki dengan sisa sisa keangkuhanku?
sedang bunda memang miliknya?
sedang kita semua memang ia yang punya?
mentari memang baru terbit..
tapi apa aku tau kapan senja tiba?
kadang aku mengumpat..
pada nasib yang salah tempat.
tapi pantaskah daku?
sedang nikmat bahkan tak terhitung olehku?
lalu ketika aku berfikir kapan dijemput?
aku tak teringat bekalku yang hanya sejumput
lalu apa daya aku memelas ampun..
sedang dosa kubuat beruntun
ya rabb...
pada maaf yang kubawa diatas tanganku..
yang kuharap tak dihembus anginmu..
ya rabb..
pada sesal yang kubawa bersama air mataku..
kuharap tak kau anggap palsu
MHM-17-07-2013
Senin, 08 Juli 2013
dengar keluhku
fajar.. memulai sebuah kisah raga yang kekar
nada mendayu dayu dalam batin yang telah terbebani senyummu..senyum memukaumu
dan betapa raga telah layu oleh rayu kemana arah tatap matamu
terkadang aku boleh berharap semua cinta akan terserap
tapi sayang nyatanya tersingkap pada cinta lain yang melalap.. aku bersiap tentukan bagaimana bersikap
sayang kau tau bagaimana rasa ini.. kau tau betapa dalamnya.. kau tau terlampau harapku tentang cinta.. aku hanyut ketika arus berkata..
cinta.. bisakah kau sisihkan secuil saja?.. atau hanya remahnya saja.. ah aku terlalu bodoh jika mengais ngais hatimu
tapi sayang aku tak berkeberatan menjadi orang paling tolol karena kau tau aku memang terlalu lemah ketika cinta itu menyapa
pernah dalam malam aku bertanya kenapa tuhan ia bukan untukku?.. aku tak malu rembulan cekikikan menertawaiku..mengapa?
jangan kau tanya mengapa sayang karena bahkan aku tak tau jawabnya..hanya saja bagaimana aku tunduk oleh cambuk dan tatapmu yang menusuk
dan bagaiman bisa aku mencabut duri cemburu.. ketika kau mengagumi cinta yang baru?.. ah sayang andai kau yang rasakan
kepastian bahwa cinta bukan kutukan.. aku benci ketika rasa terlalu banyak kuberi.. sementara kau tak pernah melirik pada hati ini
kucoba melangkah menjauh dari cinta yang salah.. tapi apa daya sayang aku tak tau arah
aku tak marah.tak pernah atau mungkin tak akan pernah sanggup.. bukan sayang ini bukan tentang kamu. tapi tentang cintaku yang berbalas semu
hanya pada kehangatan tuhan aku bisa mengadu tentangmu.. tentang rasaku.. atau tentang harapku.aku.. hanya debu yang tak diperdulikan angin
MHM-09-07-2013..inspiring by WW
from someone to someone
nada mendayu dayu dalam batin yang telah terbebani senyummu..senyum memukaumu
dan betapa raga telah layu oleh rayu kemana arah tatap matamu
terkadang aku boleh berharap semua cinta akan terserap
tapi sayang nyatanya tersingkap pada cinta lain yang melalap.. aku bersiap tentukan bagaimana bersikap
sayang kau tau bagaimana rasa ini.. kau tau betapa dalamnya.. kau tau terlampau harapku tentang cinta.. aku hanyut ketika arus berkata..
cinta.. bisakah kau sisihkan secuil saja?.. atau hanya remahnya saja.. ah aku terlalu bodoh jika mengais ngais hatimu
tapi sayang aku tak berkeberatan menjadi orang paling tolol karena kau tau aku memang terlalu lemah ketika cinta itu menyapa
pernah dalam malam aku bertanya kenapa tuhan ia bukan untukku?.. aku tak malu rembulan cekikikan menertawaiku..mengapa?
jangan kau tanya mengapa sayang karena bahkan aku tak tau jawabnya..hanya saja bagaimana aku tunduk oleh cambuk dan tatapmu yang menusuk
dan bagaiman bisa aku mencabut duri cemburu.. ketika kau mengagumi cinta yang baru?.. ah sayang andai kau yang rasakan
kepastian bahwa cinta bukan kutukan.. aku benci ketika rasa terlalu banyak kuberi.. sementara kau tak pernah melirik pada hati ini
kucoba melangkah menjauh dari cinta yang salah.. tapi apa daya sayang aku tak tau arah
aku tak marah.tak pernah atau mungkin tak akan pernah sanggup.. bukan sayang ini bukan tentang kamu. tapi tentang cintaku yang berbalas semu
hanya pada kehangatan tuhan aku bisa mengadu tentangmu.. tentang rasaku.. atau tentang harapku.aku.. hanya debu yang tak diperdulikan angin
MHM-09-07-2013..inspiring by WW
from someone to someone
Senin, 01 Juli 2013
kata waktu
Malam...
dikata engkau kelam..
sampai mentari mengucap salam..
Pagi..
dalam angkuh dingin sepi
sampai datang hangat mentari
senja..
pada indah garis merah jingga
sampai mentari menutup mata
Dan pada keagungan waktulah aku meragu
atau merengkuh karena duri rindu..
engkau dikata purnama
ah tidak sayang malamku masih gelap gulita
engkau dikata mentari
ah mengapa pagi masih dingin sepi?
engkau dikata permata
tapi aku masih belum kaya
engkau dikata mawar..
benar sayang tapi durimu terlampau tajam
lalu engkau dikata racun..
aku bisa cari penawarnya..
dan engkau dikata belati
aku meragu untuk menghindari
ah engkau terlampau tajam untuk mengoyak janji
tapi sayang pada keraguan terhadap cinta
atau duri yang bawa kata setia
rindu tak dapat kucerna
karena walau sayang belum terucap
aku tau ia telah menancap
tapi sayang aku ingin mencabutnya.
mengapa?
karena hanya akan buat derita
dan pada ketegasan janji
aku berlutut menghinakan diri
MHM-02-07-2013
dikata engkau kelam..
sampai mentari mengucap salam..
Pagi..
dalam angkuh dingin sepi
sampai datang hangat mentari
senja..
pada indah garis merah jingga
sampai mentari menutup mata
Dan pada keagungan waktulah aku meragu
atau merengkuh karena duri rindu..
engkau dikata purnama
ah tidak sayang malamku masih gelap gulita
engkau dikata mentari
ah mengapa pagi masih dingin sepi?
engkau dikata permata
tapi aku masih belum kaya
engkau dikata mawar..
benar sayang tapi durimu terlampau tajam
lalu engkau dikata racun..
aku bisa cari penawarnya..
dan engkau dikata belati
aku meragu untuk menghindari
ah engkau terlampau tajam untuk mengoyak janji
tapi sayang pada keraguan terhadap cinta
atau duri yang bawa kata setia
rindu tak dapat kucerna
karena walau sayang belum terucap
aku tau ia telah menancap
tapi sayang aku ingin mencabutnya.
mengapa?
karena hanya akan buat derita
dan pada ketegasan janji
aku berlutut menghinakan diri
MHM-02-07-2013
kata maaf sang benalu
sore ini terlampau nyaman hingga badanku menolak diajak bersusah payah maka aku hanya duduk diserambi depan teras rumah teman ayahku tepat didepan sungai dikampung terpencil.. aku duduk tepat disebelah ayahku yang sedang berbicara dengan orang orang kampung dengan bahasa yang sama sekali tidak dapat kumengerti maka kuputuskan berpaling melihat sebuah benalu yang tumbuh dibatang sebuah pohon yang sedang bersusah payah mempertahankan hidupnya.. aku tersenyum simpul menatap sang benalu yang subur ditengah rusaknya sang pohon
sang benalu menyentak..
kau pikir aku tak berguna kan? tak tau diri kan?
ah tidak aku hanya kasihan pada sang pohon
begini jangan kau pikir aku makhluk sadis yang tak mengiba.. aku punya jalan sendiri dan memang ditakdirkan untuk jadi "sang benalu"
lalu apa pohon itu juga ditakdirkan untuk jadi "tempaat bagi sang benalu"
ah bukan maksudku begitu.. aku tak tau apa apa masalah itu .. itu urusan tuhan
apa kau tak merasa bersalah?
ah nak.. walau begitu apa arti kata maaf yang kuucapkan setelah aku memaksa pohon itu mati untukku?
hanya maaf benalu.. hanya maaf.. hanya untuk menunjukkan rasa simpatimu..
nak.. kurasa kau masih perlu banyak belajar.. kata maaf sang benalu kepada inangnya adalah kepalsuan sesungguhnya.. dan sudah terlalu banyak kepalsuan didunia ini
terlalu banyak?
sebanyak senyum palsu orang orang yang menggenggam belati dipunggungnya..
bagaimana kau tau itu semua palsu?
kau akan tau nak.. akan tau.. karena ketulusan dapat dirasakan..
apa pohon tak pernah menyampaikan keluhan?
tentang itu nak.. tanya saja pada sang pohon..
senja telah tiba mengantar garis merah jingga yang indahnya tak berbatas.. walau hanya sementara.. ayah bersiap mengajak aku pulang
MHM-02-07-2013
sang benalu menyentak..
kau pikir aku tak berguna kan? tak tau diri kan?
ah tidak aku hanya kasihan pada sang pohon
begini jangan kau pikir aku makhluk sadis yang tak mengiba.. aku punya jalan sendiri dan memang ditakdirkan untuk jadi "sang benalu"
lalu apa pohon itu juga ditakdirkan untuk jadi "tempaat bagi sang benalu"
ah bukan maksudku begitu.. aku tak tau apa apa masalah itu .. itu urusan tuhan
apa kau tak merasa bersalah?
ah nak.. walau begitu apa arti kata maaf yang kuucapkan setelah aku memaksa pohon itu mati untukku?
hanya maaf benalu.. hanya maaf.. hanya untuk menunjukkan rasa simpatimu..
nak.. kurasa kau masih perlu banyak belajar.. kata maaf sang benalu kepada inangnya adalah kepalsuan sesungguhnya.. dan sudah terlalu banyak kepalsuan didunia ini
terlalu banyak?
sebanyak senyum palsu orang orang yang menggenggam belati dipunggungnya..
bagaimana kau tau itu semua palsu?
kau akan tau nak.. akan tau.. karena ketulusan dapat dirasakan..
apa pohon tak pernah menyampaikan keluhan?
tentang itu nak.. tanya saja pada sang pohon..
senja telah tiba mengantar garis merah jingga yang indahnya tak berbatas.. walau hanya sementara.. ayah bersiap mengajak aku pulang
MHM-02-07-2013
Senin, 17 Juni 2013
Duka yang Dibawa gagak hitam
Ia meringis.."aku bahkan tak lagi sanggup menangis"
sedetik kemudian ia megeluh.."kenapa gagak itu terlalu riuh?"
Langit tersedu sedan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menumpahkan tangisannya malam ini..malam mencekam ini..
aku menghampirinya.. orang yang terlihat cukup tegar tapi hatinya mudah menggelepar..terlempar.. jauh diatas gunung yang kekar
malam ini ia telah pergi..
jauh
sangat jauh
ya jauh..
tapi bukankah kita harus menaikkan sauh?
kapal tetap harus berlabuh
tidak tanpanya..
aku tak mampu hidup tanpa arah darinya..
lalu bagaimana selama kau belum bertemu dirinya..
ah tutup mulutmu.. kau tak tau apa apa tentang duka yang dibawa gagak itu..
ya kau benar.. aku tak tau..
aku melangkah lalu berpindah duduk disebelah orang tua yang seharusnya paling terbenam duka.. aku menatapnya.. ia tersenyum..
batinku tersentak jenis senyum macam apa ini?
apa artinya senyum itu?
itu senyum kelabu.. kabut api duka yang menyulut..bulan memberi aku jawabnya
ketika aku hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan orang tua itu menatapku.. dalam.. walau matanya tak tajam..
pada akhirnya air akan selalu mengalir ke hilir kan ..
tapi apa duka itu tak terbenam dalam?
tentang itu sayang.. bahkan rembulan tak punya cukup air mata untuk duka ini..
aku terdiam tak mengerti.. tapi aku tau ia sudah punya cukup garam kehidupan untuk membuat asin seluruh lautan
Ia tersenyum lagi melihatku yang kebingungan lalu bersajak
aku merengkuh memaki gagak yang angkuh
aku mengeluh memelas pada takdir yang telah mengangkat sauh
tapi kau harus tau sayang
aku tak mau terkekang oleh duka yang mengembang
aku tak mau berpengangan pada perih yang mengambang
biar aku tenggelam
dalam belaian lembut kenangan yang dibawa malam
kau tau sayang..
perpisahan memang membawa duka.. menyayat luka.. menghantam derita..
tapi kau harus mengerti dunia memang hanya panggung sandiwara..
jadi apa aku harus tersenyum ketika mengahadapi perpisahan yang menusuk bak jarum?
ah tidak sayang..
tidak...bukan itu seninya..
Kau hanya tidak boleh meringis nangis
MHM-17-06-2013
sedetik kemudian ia megeluh.."kenapa gagak itu terlalu riuh?"
Langit tersedu sedan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menumpahkan tangisannya malam ini..malam mencekam ini..
aku menghampirinya.. orang yang terlihat cukup tegar tapi hatinya mudah menggelepar..terlempar.. jauh diatas gunung yang kekar
malam ini ia telah pergi..
jauh
sangat jauh
ya jauh..
tapi bukankah kita harus menaikkan sauh?
kapal tetap harus berlabuh
tidak tanpanya..
aku tak mampu hidup tanpa arah darinya..
lalu bagaimana selama kau belum bertemu dirinya..
ah tutup mulutmu.. kau tak tau apa apa tentang duka yang dibawa gagak itu..
ya kau benar.. aku tak tau..
aku melangkah lalu berpindah duduk disebelah orang tua yang seharusnya paling terbenam duka.. aku menatapnya.. ia tersenyum..
batinku tersentak jenis senyum macam apa ini?
apa artinya senyum itu?
itu senyum kelabu.. kabut api duka yang menyulut..bulan memberi aku jawabnya
ketika aku hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan orang tua itu menatapku.. dalam.. walau matanya tak tajam..
pada akhirnya air akan selalu mengalir ke hilir kan ..
tapi apa duka itu tak terbenam dalam?
tentang itu sayang.. bahkan rembulan tak punya cukup air mata untuk duka ini..
aku terdiam tak mengerti.. tapi aku tau ia sudah punya cukup garam kehidupan untuk membuat asin seluruh lautan
Ia tersenyum lagi melihatku yang kebingungan lalu bersajak
aku merengkuh memaki gagak yang angkuh
aku mengeluh memelas pada takdir yang telah mengangkat sauh
tapi kau harus tau sayang
aku tak mau terkekang oleh duka yang mengembang
aku tak mau berpengangan pada perih yang mengambang
biar aku tenggelam
dalam belaian lembut kenangan yang dibawa malam
kau tau sayang..
perpisahan memang membawa duka.. menyayat luka.. menghantam derita..
tapi kau harus mengerti dunia memang hanya panggung sandiwara..
jadi apa aku harus tersenyum ketika mengahadapi perpisahan yang menusuk bak jarum?
ah tidak sayang..
tidak...bukan itu seninya..
Kau hanya tidak boleh meringis nangis
MHM-17-06-2013
Langganan:
Postingan (Atom)