Rabu, 17 Juli 2013

APA KEPANTASANMU?

rapuh..
bagai ranting kering
yang biarkan daun terhembus jatuh..

aku berbanjir peluh..
keluh..
apa nikmat sudah kudapat penuh..

hina..
bagai bangkai yang ditolak pemakannya..
merana..

aku bergelimang harta..
dosa..
aku takut tenggelam didalamnya..


tak berarti
bagai debu yang dihembus angin pergi
merugi...


tersentak daku ketika batin menyalak..

apa kepantasanmu lalai dariNya?

dari dia yang beri kau hidup didunia..

apa kepantasanmu mendongakkan kepala?

dari dia yang maha sempurna..

apa kepantasanmu berbuat aniaya

sedang rabb mu menyayangi semuanya

tapi mengapa aku masih buta?
mengapa?
karena aku masih punya orang yang kucinta..
yang masih bisa kubagi cerita duka atau derai tawa

tapi bagaimana?
bagaimana?
jika mereka telah tiada..
bagaimana jika tuhan dengan tanpa ragu mengambilnya

apa aku boleh membentak
memaki dengan sisa sisa keangkuhanku?
sedang bunda memang miliknya?
sedang kita semua memang ia yang punya?

mentari memang baru terbit..
tapi apa aku tau kapan senja tiba?

kadang aku mengumpat..
pada nasib yang salah tempat.

tapi pantaskah daku?
sedang nikmat bahkan tak terhitung olehku?

lalu ketika aku berfikir kapan dijemput?
aku tak teringat bekalku yang hanya sejumput

lalu apa daya aku memelas ampun..
 sedang dosa kubuat beruntun


ya rabb...
pada maaf yang kubawa diatas tanganku..
yang kuharap tak dihembus anginmu..

ya rabb..
pada sesal yang kubawa bersama air mataku..
kuharap tak kau anggap palsu

MHM-17-07-2013


Senin, 08 Juli 2013

dengar keluhku




fajar.. memulai sebuah kisah raga yang kekar
nada mendayu dayu dalam batin yang telah terbebani senyummu..senyum memukaumu
dan betapa raga telah layu oleh rayu kemana arah tatap matamu
terkadang aku boleh berharap semua cinta akan terserap
tapi sayang nyatanya tersingkap pada cinta lain yang melalap.. aku bersiap tentukan bagaimana bersikap
sayang kau tau bagaimana rasa ini.. kau tau betapa dalamnya.. kau tau terlampau harapku tentang cinta.. aku hanyut ketika arus berkata..
cinta.. bisakah kau sisihkan secuil saja?.. atau hanya remahnya saja.. ah aku terlalu bodoh jika mengais ngais hatimu
tapi sayang aku tak berkeberatan menjadi orang paling tolol karena kau tau aku memang terlalu lemah ketika cinta itu menyapa
pernah dalam malam aku bertanya kenapa tuhan ia bukan untukku?.. aku tak malu rembulan cekikikan menertawaiku..mengapa?
jangan kau tanya mengapa sayang karena bahkan aku tak tau jawabnya..hanya saja bagaimana aku tunduk oleh cambuk dan tatapmu yang menusuk
dan bagaiman bisa aku mencabut duri cemburu.. ketika kau mengagumi cinta yang baru?.. ah sayang andai kau yang rasakan
kepastian bahwa cinta bukan kutukan.. aku benci ketika rasa terlalu banyak kuberi.. sementara kau tak pernah melirik pada hati ini
kucoba melangkah menjauh dari cinta yang salah.. tapi apa daya sayang aku tak tau arah
aku tak marah.tak pernah atau mungkin tak akan pernah sanggup.. bukan sayang ini bukan tentang kamu. tapi tentang cintaku yang berbalas semu
hanya pada kehangatan tuhan aku bisa mengadu tentangmu.. tentang rasaku.. atau tentang harapku.aku.. hanya debu yang tak diperdulikan angin
MHM-09-07-2013..inspiring by WW
from someone to someone

Senin, 01 Juli 2013

kata waktu

Malam...
dikata engkau kelam..
sampai mentari mengucap salam..

Pagi..
dalam angkuh dingin sepi
sampai datang hangat mentari

senja..
pada indah garis merah jingga
sampai mentari menutup mata

Dan pada keagungan waktulah aku meragu
atau merengkuh karena duri rindu..

engkau dikata purnama
ah tidak sayang malamku masih gelap gulita

engkau dikata mentari
ah mengapa pagi masih dingin sepi?

engkau dikata permata
tapi aku masih belum kaya

engkau dikata mawar..
benar sayang tapi durimu terlampau tajam

lalu engkau dikata racun..
aku bisa cari penawarnya..

dan engkau dikata belati
aku meragu untuk menghindari

ah engkau terlampau tajam untuk mengoyak janji

tapi sayang pada keraguan terhadap cinta
atau duri yang bawa kata setia
rindu tak dapat kucerna

karena walau sayang belum terucap
aku tau ia telah menancap

tapi sayang aku ingin mencabutnya.
mengapa?
karena hanya akan buat derita

dan pada ketegasan janji
aku berlutut menghinakan diri


MHM-02-07-2013


kata maaf sang benalu

sore ini terlampau nyaman hingga badanku menolak diajak bersusah payah maka aku hanya duduk diserambi depan teras rumah teman ayahku tepat didepan sungai dikampung terpencil.. aku duduk tepat disebelah ayahku yang sedang berbicara dengan orang orang kampung dengan bahasa yang sama sekali tidak dapat kumengerti maka kuputuskan berpaling melihat sebuah benalu yang tumbuh dibatang sebuah pohon yang sedang bersusah payah mempertahankan hidupnya.. aku tersenyum simpul menatap sang benalu yang subur ditengah rusaknya sang pohon

sang benalu menyentak..

kau pikir aku tak berguna kan? tak tau diri kan?

ah tidak aku hanya kasihan pada sang pohon

begini jangan kau pikir aku makhluk sadis yang tak mengiba.. aku punya jalan sendiri dan memang ditakdirkan untuk jadi "sang benalu"

lalu apa pohon itu juga ditakdirkan untuk jadi "tempaat bagi sang benalu"

ah bukan maksudku begitu.. aku tak tau apa apa masalah itu .. itu urusan tuhan

apa kau tak merasa bersalah?

ah nak.. walau begitu apa arti kata maaf yang kuucapkan setelah aku memaksa pohon itu mati untukku?

hanya maaf benalu.. hanya maaf.. hanya untuk menunjukkan rasa simpatimu..

nak.. kurasa kau masih perlu banyak belajar.. kata maaf sang benalu kepada inangnya adalah kepalsuan sesungguhnya.. dan sudah terlalu banyak kepalsuan didunia ini

terlalu banyak?

sebanyak senyum palsu orang orang yang menggenggam belati dipunggungnya..

bagaimana kau tau itu semua palsu?

kau akan tau nak.. akan tau.. karena ketulusan dapat dirasakan..

apa pohon tak pernah menyampaikan keluhan?

tentang itu nak.. tanya saja pada sang pohon..

senja telah tiba mengantar garis merah jingga yang indahnya tak berbatas.. walau hanya sementara.. ayah bersiap mengajak aku pulang

MHM-02-07-2013

Senin, 17 Juni 2013

Duka yang Dibawa gagak hitam

Ia meringis.."aku bahkan tak lagi sanggup menangis"

sedetik kemudian ia megeluh.."kenapa gagak itu terlalu riuh?"

Langit tersedu sedan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menumpahkan tangisannya malam ini..malam mencekam ini..

aku menghampirinya.. orang yang terlihat cukup tegar tapi hatinya mudah menggelepar..terlempar.. jauh diatas gunung yang kekar

malam ini ia telah pergi..
jauh
sangat jauh

ya jauh..
tapi bukankah kita harus menaikkan sauh?
kapal tetap harus berlabuh

tidak tanpanya..
aku tak mampu hidup tanpa arah darinya..

lalu bagaimana selama kau belum bertemu dirinya..

ah tutup mulutmu.. kau tak tau apa apa tentang duka yang dibawa gagak itu..

ya kau benar.. aku tak tau..

aku melangkah lalu berpindah duduk disebelah orang tua yang seharusnya paling terbenam duka.. aku menatapnya.. ia tersenyum..

batinku tersentak jenis senyum macam apa ini?
apa artinya senyum itu?

itu senyum kelabu.. kabut api duka yang menyulut..bulan memberi aku jawabnya

ketika aku hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan orang tua itu menatapku.. dalam..   walau matanya tak tajam..

pada akhirnya air akan selalu mengalir ke hilir kan ..

tapi apa duka itu tak terbenam dalam?

tentang itu sayang.. bahkan rembulan tak punya cukup air mata untuk duka ini..

aku terdiam tak mengerti.. tapi aku tau ia sudah punya cukup garam kehidupan untuk membuat asin seluruh lautan

Ia tersenyum lagi melihatku yang kebingungan lalu bersajak

aku merengkuh memaki gagak yang angkuh
aku mengeluh memelas pada takdir yang telah mengangkat sauh

tapi kau harus tau sayang
aku tak mau terkekang oleh duka yang mengembang
aku tak mau berpengangan pada perih yang mengambang

biar aku tenggelam
dalam belaian lembut kenangan yang dibawa malam

kau tau sayang..
perpisahan memang membawa duka.. menyayat luka.. menghantam derita..
tapi kau harus mengerti dunia memang hanya panggung sandiwara..

jadi apa aku harus tersenyum ketika mengahadapi perpisahan yang menusuk bak jarum?

ah tidak sayang..
tidak...bukan itu seninya..
Kau hanya tidak boleh meringis nangis

MHM-17-06-2013






Jumat, 14 Juni 2013

balas sajak

awan kelam dan petir menyambar nyambar didinginnya  tetes hujan.. aku tak tau dimana rembulan jadi aku berbalas sajak dengan temanku

Ternyata aku terlalu terjatuh kedalam eratan bayanganmu

dan aku terperosok dalam sebuah sosok? jalan berkelok? atau ayam tak akan lagi kudengar berkokok?

bacalah karyaku, maka kau akan tahu, betapa mengharapnya aku, untuk hatimu

pahamilah sajakku maka kau akan mengerti daku.. betapa hatiku telah.. telah lenyap dalam seberkas sinar matamu

mungkin kau takkan mengerti, tapi kan ku tarik jiwamu untuk memahami, isi hati yang selalu tertulis namamu

dan kucoba mengukir diatas prasasti yang kikir atau akan kutulis dipasir walau ombak akan dengan tanpa enggan melalapnya

tiada waktu yang bahagia, kecuali engkau dengan rela menanyakkan keadaanku, seolah kau memperhatikan jejakku

waktu.. seperti ombak yang hanya menyapu.. berlalu? seiring langkah kau selalu bertanya arah tapi daku? aku Lelah

ku coba berkaca pada jejak yang ada, ternyata ku sudah tertinggal dalam cintanya, bahkan jauh tertinggal

dan aku cukup jauh untuk menarik sauh..atau tak tergetar tuk lari mengejar karena sayang.cintamu telah cukup terbenam..dalam

embun pagi membasahi jiwaku yang sedang kehampaan, kini hanya suatu ungkapan rasa kecintaan, untuk mengejarmu yang tak terdengar

kenapa suara suara cinta itu tak menerpa? apa karena hati adalah ruang hampa? atau kalbu memang masih meragu?

sesaat rembulan itu merayu, jangan burung burung berbisik, jantungkupun berhenti berdetak untuk beberapa letak

lalu mentari mengusik.. panasnya sungguh terik lantas ketika ia melirik apa harus duhai hati engkau mendelik?

musiknya bermain dengan indah, seperti wajahmu yang indah, dan elok tak terbayang

nadanya terdengar syahdu.. seperti senyummu yang kuasai batinku..lumpuhkan ragaku

hanyut di alam lepas, dan gembira di saat wakttu mulai terbiasa

lalu terhempas dalam palung tak berbatas.. dan terluka disaat waktu mulai berkata

tatap matamu, menghancurkan khusyukku, dan memainkan batinku

gerak gemulai ragamu.. menelanjangi wibawaku.. mencairkan dinginku

menghasut gelora cinta yang tak ada tujuannya

yang tak terukur dalamnya.. dan mengapa oh rembulan hatinya tak kunjung kudapatkan?

karena begitu sulit ia di raih, dan begitu rumit tuk di cintai

ah sandi mana yang tak terpecahkan.. rumus mana yang tak terkerjakan

hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja

hanya sandi cinta yang bekerja, yang melekat di hati para remaja

lalu bagaimana memecahkan sandi hati agar dikau mengerti?

cukup kau pandangi ia, dan kau resapi setiap makna yang ia beri

apa ketika ia kau pandangi pintu hatinya akan terbuka sendiri? perlukah ia sebuah linggis?



angin terlalu menunjukkan egonya malam ini maka aku masuk kedalam peluk hangat rumah

MHM-ABP 14-06-2013


Angin

Dan senandung merpati dipagi dingin membawa segenggam sinar mentari yang masih mengintip disela tumpukan awan. aku mencoba bangun dan menikmati sedikit kesejukan yang akan segera ditelan habis oleh sang mentari.. setelah cukup menikmati sejuknya embun pagi aku belum siap memulai hari maka aku putuskan untuk sedikit merenung.. sebuah permasalahan.. ya aku butuh itu.. tapi suasana hatiku sedang riang maka aku mulai memikirkan seorang yang membuatku mengalahkan riangnya kelopak bunga yang mekar dipagi itu..kau mau tau ia seperti apa teman?

burung berkicau menghamburkan lamunan tentang risau.. ayam berkokok kurasa coba beritahuku itu akan berkelok.. sedikit rintik hujan akan artikan bahwa ia mungkin bisa kau dapatkan.. tapi mentari bersinar terlalu terang dan bisa kupastikan ia coba mengatakan apa kau mau melawan janji yang telah tertanam dalam?

Aku memulai cerita baru dipagi itu.. datang karena ingin menelan ilmu.. tapi apa daya aku punya sedikit cerita.. cerita cinta? kurasa bukan hanya cerita tentang rasa. maka aku menelusuri setiap detik dipagi itu tanpa resah gundah sebelum tatapan itu merangsek masuk cukup dalam kekalbu.. apa aku mencintainya? ah kurasa tidak ada rasa yang lain..

hari itu kurasa mentari cukup bahagia.. aku hanya duduk.. bersama teman dengan sebongkah cinta tanpa rekayasa.. tapi ia datang lagi kali ini membawa senyum yang buat kakiku hampir tak sanggup lagi berdiri.. apa aku mencintainya? ah kurasa bukan..

detik yang enggan pergi walau kuusir sekuat hati akhirnya beerlalu maka malam ini hati seperti tak disini lagi.. mungkinkan angin yang hembuskan ia pergi.. atau bulan yang mengambil tanpa permisi.. atau mungkinkah ia yang merenggut dan tak akan kembali..apa dia seorang pencuri?ah kurasa tidak aku akan menemukan hatiku esok hari

dan aku tenang ternyata aku benar malam itu angin menerbangkan hatiku pergi bersama sebongkah harapan tak pasti? ah itu pasti.. tak sampai?.. aku hanya tak boleh lalai

apa lagi yang dibawa angin pergi malam itu?
kenangan.. bukan.. kurasa sedikit memori masa lampau yang agak sedikit kacau

jadi apa angin juga bawa rasa itu pergi?
mungkin..ah dia kembali menusukku dengan tatapannya pagi itu..

MHM-14-06-2013